Sabtu, 7 Safar 1436 / 29 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Penutupan Dolly Tunggu Dana Kompensasi

Jumat, 04 Oktober 2013, 15:11 WIB
Komentar : 0
Blogspot.com
Salah satu sudut Gang Dolly, di Surabaya, Jawa Timur.
Salah satu sudut Gang Dolly, di Surabaya, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Penutupan lokalisasi Gang Dolly, Surabaya masih menunggu kepastian dana kompensasi dari Pemerintah pusat. Wali Kota, Tri Rismaharini mengklaim seluruh pihak sepakat untuk menutup kawasan porstitusi tersebut.

Risma mengatakan, pihaknya siap menindak Gang Dolly tahun ini. Namun, belum ada kepastian kapan dan berapa jumlah anggaran untuk memulangkan wanita tunasusila (WTS) itu.

"Memang ada sebagian yang menentang, tapi kami akan jalan terus," kata Risma pada Republika, seusai mengikuti Semiloka Pencegahan Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan di Gedung Grahadi Surabaya, belum lama ini.

Dia menambahkan, pihaknya terus mengkondisikan tempat itu untuk segera ditutup. Meski Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan pada awal 2014, kata dia, Pemerintah Kota Surabaya siap kapan pun.

Terkait dengan masyarakat sekitar yang terkena dampak penutupan, Risma mengatakan tidak ada kompensasi khusus. Namun, akan disediakan berbagai kegiatan agar tetap ramai dikunjungi orang.

"Dolly tetap ada, hanya lokalisasinya yang hilang," ujarnya.

Dia mencontohkan, seperti bekas lokalisasi Kremil, Tambak Asri, Surabaya, terdapat kegiatan rumah cantik yang memproduksi sulaman dan jahitan. Bahkan, 90 persen pengelolaannya diserahkan ke mantan WTS.

Menurut Risma, hasil kesepakatan masyarakat, ke depan, Dolly akan menjadi akses baru yang menghubungkan Jalan Mayjen Sungkono ke tengah kota. Setelah ditutup, dia memastikan, Gang Dolly akan menjadi kawasan pusat kota.

Reporter : Andi Ikhbal
Redaktur : Hazliansyah
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tangkas Bermain Video Game Dapat Beasiswa?
CHICAGO -- Banyak orang tua kurang senang bila putra-putri mereka terlalu banyak bermain video game. Tetapi kebiasaan ini ternyata tidak sepenuhnya merugikan bagi...

Berita Lainnya

Polisi Perketat Zona Balapan Liar