Sabtu, 27 Syawwal 1435 / 23 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

PBNU: 12 Yayasan Radikal Perlu Diwaspadai

Jumat, 23 Agustus 2013, 13:11 WIB
Komentar : 82
Said Aqil Sirajd
Said Aqil Sirajd

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PBNU mensinyalir adanya 12 yayasan beraliran garis keras yang patut diwaspadai. Bahkan, diprediksi dapat memunculkan potensi lahirnya gerakan terorisme baru.

Ketua PBNU Said Aqil Siraj mengatakan, yayasan tersebut berlokasi di Makasar, Lampung, Mataram, Jakarta, Sukabumi, Surabaya, Bondowoso, Cirebon, dan Jember. Namun, dia mengatakan, lembaga itu bukan yayasan teroris, hanya radikal yang mendekati ancaman terorisme.

"Tapi diduga dapat melahirkan benih-benih teroris," kata Said Aqil usai melantik pengurus baru PWNU Jawa Timur, kemarin.

Menurutnya, hal itu terbukti dimana santri dari yayasan As-Sunnah di Cirebon menjadi tersangka kasus pengeboman.

Dia mengatakan, bila pemerintah ingin membubarkan aliran ini, maka NU akan sangat mendukungnya.



Berikut penjelasan dan hak jawab dari Yayasan Assunah Cirebon:

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/13/08/27/ms5w25-yayasan-assunnah-cirebon-bantah-tudingan-ketum-pbnu

Reporter : Andi Ikhbal
Redaktur : Hazliansyah
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Pemprov Jatim Gelontorkan Rp 1,4 Miliar Untuk PMKS

PDIP: Kehadiran Jokowi Bantu Sosialisasi Pilkada Jatim