Monday, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

PBNU: 12 Yayasan Radikal Perlu Diwaspadai

Friday, 23 August 2013, 13:11 WIB
Komentar : 83
Said Aqil Sirajd
Said Aqil Sirajd

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PBNU mensinyalir adanya 12 yayasan beraliran garis keras yang patut diwaspadai. Bahkan, diprediksi dapat memunculkan potensi lahirnya gerakan terorisme baru.

Ketua PBNU Said Aqil Siraj mengatakan, yayasan tersebut berlokasi di Makasar, Lampung, Mataram, Jakarta, Sukabumi, Surabaya, Bondowoso, Cirebon, dan Jember. Namun, dia mengatakan, lembaga itu bukan yayasan teroris, hanya radikal yang mendekati ancaman terorisme.

"Tapi diduga dapat melahirkan benih-benih teroris," kata Said Aqil usai melantik pengurus baru PWNU Jawa Timur, kemarin.

Menurutnya, hal itu terbukti dimana santri dari yayasan As-Sunnah di Cirebon menjadi tersangka kasus pengeboman.

Dia mengatakan, bila pemerintah ingin membubarkan aliran ini, maka NU akan sangat mendukungnya.



Berikut penjelasan dan hak jawab dari Yayasan Assunah Cirebon:

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/13/08/27/ms5w25-yayasan-assunnah-cirebon-bantah-tudingan-ketum-pbnu

Reporter : Andi Ikhbal
Redaktur : Hazliansyah
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Militan Palestina Serang Sinagog, Netanyahu Bersumpah Akan Membalas?
Serangan militan Palestina terhadap sinagoga di Yerusalem semakin meningkatkan ketegangan Israel-Palestina. Menurut pengamat penyebab utamanya adalah kurangnya perhatian Israel atas kesejahteraan pemuda Palestina...

Berita Lainnya

Pemprov Jatim Gelontorkan Rp 1,4 Miliar Untuk PMKS

PDIP: Kehadiran Jokowi Bantu Sosialisasi Pilkada Jatim