Selasa, 28 Zulqaidah 1435 / 23 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ratusan Santri Menolak Ikut Coblos Pemilukada Jatim

Senin, 19 Agustus 2013, 11:21 WIB
Komentar : 0
Antara/Syaiful Arif
Pemilukada (ilustrasi)
Pemilukada (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ribuan warga Jawa Timur belum tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilukada 29 Agustus mendatang. Temuan itu terungkap saat diselenggarakan rapat kordinasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten/kota.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur, Sufyanto, mengatakan pihaknya mendapat laporan ada sekitar 17.169 orang teracam tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Ditambah, 300 orang santri pondok pesantren Kota Pasuruan yang tidak bersedia didaftar menjadi pemilih.

"Mereka mengaku akan pulang ke daerah asal saat pemungutan suara," kata Sufyanto, Senin (19/8).

Dia mengatakan laporan ini akan menjadi catatan serius untuk direkomendasikan ke KPU Jatim. Sebab, pihaknya memiliki kewajiban untuk menjaga terpenuhinya hak konstitusional warga dalam pemilihan umum.

Sebelumnya melalui rapat pleno terbuka, KPU merilis DPT Pemilukada Jatim sebanyak 30.019.300 pemilih. Mereka yang belum terdaftar masih mendapat peluang perbaikan dengan mengirim SMS Gateway ke nomor 089622266635 dengan format DP (spasi) Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Secara otomatis akan ditindaklanjuti oleh KPU," kata Ketua KPU Jatim, Andry Dewanto Ahmad.

Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar