Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Surabaya Targetkan Bebas Putus Sekolah

Kamis, 06 Juni 2013, 12:25 WIB
Komentar : 0
Republika/Aditya
Putus Sekolah (ilustrasi)
Putus Sekolah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengklaim akan melakukan intervensi terhadap pendidikan anak usia sekolah. Kecamatan serta keluarahan diminta memonitoring keberadaan anak putus sekolah di wilayahnya masing-masing.

Rencana itu diungkapkan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam upayanya meningkatkan peluang sebagai Kota Layak Anak (KLA) 2013, katagori utama. Untuk itu, semua hal yang berkaitan dengan hak dasar dan masa depan anak, harus direalisasikan .

Rima mengatakan, saat ini pihaknya telah menyediakan kuota sekolah lima persen sebagai fasilitas bagi masyarakat miskin. Dengan program itu, siswa bisa ikut belajar di sekolah dekat rumahnya tanpa syarat apapun.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan perlengkapan gratis seperti buku, alat tulis, seragam, sepatu dan tas. “Hal itu merupakan bentuk intervensi Pemkot Surabaya dalam membenahi pendidikan sekolah,” kata Risma, Kamis (6/6).

KepalaBadan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bappemas-KB) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, untuk meraih KLA katagori utama, maka Surabaya harus mendapat poin baik dalam 30 indikator penilaian. Terlebih, tidak boleh ada anak yang tidak bersekolah di usianya.

“Lalu, penilaian itu didasarkan pada empat kluster, diantaranya pemenuhan hak dasar, penanganan masalah anak, kondisi lingkungan dan aspek sosial” ujarnya.

Reporter : Andi Ikhbal
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hampir Sama dengan Sistem Pesawat, Pengemudi Truk Ini Bisa 'Selonjoran'
WASHINGTON DC -- Truk biasanya digunakan untuk mengantar barang jarak jauh. Kelelahan selalu menjadi kendala dari pengemudi truk. Akan hal itu Mercedes-Benz menciptakan...