Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Tomcat Serang Puluhan Warga Pamekasan

Selasa, 19 Maret 2013, 13:51 WIB
Komentar : 0
Tomcat

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Serangga tomcat menyerang sebagian warga di Desa Waru, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dalam sepekan terakhir ini.

Salah satunya seperti yang dialami Hamdi Djibril, warga Desa Waru, Kecamatan Waru, Pamekasan. Pria ini terserang serangga tomcat di bagian wajahnya hingga melepuh.

"Saat itu kan saya sedang cangkruan dengan teman-teman. Tiba-tiba ada binatang yang hinggap di wajah saya dan langsung saya tepis. Ternyata tomcat dan seketika itu juga terasa panas," kata Hamdi Dibril kepada Antara, (19/3) Selasa.

Hamdi merupakan satu dari puluhan warga Desa Waru, Kecamatan Waru, Pamekasan yang terserang serangga tomcat. Sebagaimana dirinya, warga yang terserang tomcat itu menderita seperti luka bakar.

"Rasanya panas seperti terbakar mas. Makanya wajah saya ini melepuh," kata sembari menunjuk pada wajahnya yang terserang serang tomcat itu.

Jenis serangga ini biasanya menjelang hingga musim panen padi setesai. Serangka tomcat merupakan sejenis predator serangga pemakan hama padi. Sehingga jika musim panen selesai, jenis serangga ini banyak menyerang warga.

Selain di Kecamatan Waru, warga Kota Pamekasan dan warga KecamatanPademawu juga banyak yang terserang serangga tomcat.

Bahkan di Pamekasan, jenis serangga ini mulai masuk kota, seperti di area monumen Arek Lancor di perkantoran pemerintahan di Pamekasan, seperti pemkab dan kantor DPRD Pamekasan.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : antara
467 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda