Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dipastikan 23 Kontainer Bawang Impor Sudah Keluar

Senin, 18 Maret 2013, 19:31 WIB
Komentar : 0
Republika/Edwin Dwi Putranto
Rusman Heriawan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Rusman Heriawan memastikan 23 dari 300-an kontainer bawang putih impor yang sempat tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, sudah keluar dari Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Kepastian itu disampaikannya ketika melakukan sidak ke 300an kontainer bayang putih impor di TPS, Senin (18/3).

"23 kontainer sudah keluar, karena importir terdaftar itu sudah melengkapi dokumen," ujar Wamendag kepada rekan wartawan, usai meninjau ratusan kontainer yang sempat tertahan tersebut. Dokumen yang disyaratkan itu di antaranya, Rekomendasi Impor Produk Hortkultura (RIPH), serta Surat Persetujuan Impor (SPI).

Ia pun menyadari adanya keterlambatan pengurusan dari pihak Pemerintah mengeluarkan dua izin dokumen tersebut. Keterlambatan itu, jelas dia, sejak Januari hingga pertengahan Maret ini, dimana seharusnya RIPH sudah dikeluarkan Januari lalu. Kenyataannya baru bisa keluar pertengahan Maret ini.

Selain itu, terang dia, di sisi lain, pihak importir yang belum mengurus dokumen pun tidak segera mengurus syarat tersebut. Hal ini membuat banyak produk hortikultura impor, termasuk bawang yang tidak bisa keluar terminal petikemas karena dokumen yang tidak lengkap itu.

Walau pun sudah ada kontainer yang keluar, namun masih ada 300 an kontainer lain yang masih menunggu untuk dikeluarkan. "Masih 323 lagi yang belum dikeluarkan, karena tidak memiliki dokumen RIPH dan SPI," terangnya.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Dewi Mardiani
710 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...