Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jatim Minta Tambah Tiga Ribu Kuota Haji

Kamis, 21 Februari 2013, 16:57 WIB
Komentar : 0
Antara/Akbar Nugroho Gumay
Calon jamaah haji Indonesia siap berangkat ke Tanah Suci (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kantor Wilayah Departemen Agama (Kanwil Depag) Jawa Timur mengajukan penambahan kuota 3000 jamaah haji pada 2013.

Penambahan 3000 kuota jamaah haji tersebut untuk memperbesar kesempatan jamaah haji di Jawa Timur dimana daftar tunggu haji saat ini mencapai 13 tahun.

Kepala Kanwil Depag Jatim Sudjak mengatakan, pihaknya mengajukan tambahan 3000 kuota ke Pemerintah pusat. Tapi saat ini belum ada jawaban, karena Indonesia juga belum ada tambahan kuota dari Arab Saudi. Penambahan kuota jamaah haji di Jatim, dinilainya sudah mendesak.

"Karena di Jawa Timur, apabila ada jamaah yang mendaftar sekarang. Maka ia akan berangkat 13 tahun kemudian atau 2026," ujarnya kepada Republika, Kamis (21/2).

Daftar tunggu yang panjang ini, menurut dia, sangat membuang waktu bagi jamaah yang sudah lanjut usia. Untuk itu, Depag provinsi akan terus mengupayakan agar kuota jamaah wilayah Jatim bisa ditambah.

Penambahan 3000 kuota haji dikatakannya, belum tentu mampu memperkecil secara signifikan daftar tunggu pemberangkatan. Karena kuota haji setiap tahun tidak sebanding bila dibandingkan dengan meningkatnya umat Islam yang mendaftar haji.

"Kuota haji 2012 hanya 33.690 sedangkan yang mendaftar setiap tahun bisa dua hingga tiga kali dari jumlah tersebut," paparnya.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Hafidz Muftisany
508 reads
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda