Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

NU Jawa Timur Bertekad Satu Suara di Pilgub

Kamis, 29 November 2012, 06:30 WIB
Komentar : 1
abunamira.wordpress.com
Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Jawa Timur akan mengikhtiarkan warga NU kompak dalam mendukung satu calon pada Pilgub Jatim 2013.

"Targetnya bukan menang atau kalah, melainkan warga, pengurus, kiai, dan tokoh NU dapat diselamatkan atau tidak terpecah," kata Humas PWNU Jatim, Noor Hadi.

Ikhtiar itu merupakan sebagian materi pembahasan dalam rapat pleno yang dihadiri Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftakhul Akhyar, KH Anwar Mansur, KH Abdul Mathin, KH Ali Masyhuri, KH Nuruddin, KH Syafruddin serta seluruh jajaran Tanfidziah di Kantor PWNU Jatim, Rabu.

Selain membahas Konferensi Wilayah (Konferwil) yang akan dimajukan pada bulan Mei mendatang, rapat gabungan itu juga membahas tentang perkembangan sosial politik di Jatim menjelang Pilgub Jatim 2013.

"Belajar dari pengalaman, PWNU mengambil sikap prioritas utama menyelamatkan NU dari perpecahan, terutama internal pengurus PWNU Jatim harus satu tujuan," katanya.

Hal itu sesuai dengan fungsi NU dibentuk yakni untuk mempersatukan langkah para ulama dan pengikutnya dalam melakukan kegiatan yang bertujuan menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan meningkatkan harkat martabat manusia.

Dalam menghadapi perkembangan politik seperti pemilihan Gubernur (PilGub) Jawa Timur 2013, PWNU Jatim akan mengumpulkan PCNU, kiai dan para ulama se-Jatim agar satu suara untuk satu calon.

"Satu calon untuk perekat organisasi, para kiai, dan jamaah NU yang tersebar di seluruh Jatim. NU Jatim akan memutuskan satu calon saja yang tidak memecah-belah NU," katanya.

Pengalaman Pilgub 2008, para kiai terpecah antara Karsa (Karwo-Saiful) dan Kaji (Khofifah-Mujiono) sampai berlangsung lama, apalagi kemenangan Karsa juga tidak banyak membawa kemaslahatan bagi NU, bahkan sebagian kiai juga dikecewakan Karsa.

"Seperti tidak mendengarkan lagi kata para kiai setelah jadi Gubernur. Maksudnya kiai ditinggal begitu saja, seperti pepatah 'habis manis sepah dibuang'," katanya.

Untuk itu, PWNU Jatim akan menyatukan kiai NU yang mendukung Karsa dan Kaji semaksimal mungkin, karena NU Jatim tidak pernah berpikir soal menang atau kalah dalam Pilgub.

"PWNU justru memikirkan dampak dari Pilgub. Pengalaman Pilgub Jatim sebelumnya seperti banyak warga NU mengatakan 'Bedanya Pilkada sama Pilkabe (pil KB) adalah kalau Pilkabe jika lupa maka jadi, maka kalau Pilkada jika jadi menjadi Lupa," katanya, mengibaratkan.

Meski pertemuan-pertemuan dilakukan oleh orang NU, baik tokoh politik NU, Partai politik berbasis NU, PWNU Jatim hanya mengingatkan agar jangan sampai memecah belah warga NU, terlebih lagi kiai.

"NU Jatim yang mempunyai basis massa terbanyak di Jawa Timur, akanengarahkan satu calon setelah para kiai khos, tokoh NU, kiai sepuh serta pengurus PCNU se Jatim menyetujuinya," katanya.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kemarau Panjang Akibatkan Turunnya Pasokan Air Jakarta, Ini Solusinya
JAKARTA -- Musim kemarau panjang di indonesia memiliki dampak terhadap penurunan debit air baku. Kepala Divisi Komunikasi dan Pertanggung Jawaban Sosial PT PAM...