Minggu, 6 Sya'ban 1436 / 24 Mei 2015
find us on : 
  Login |  Register

Diduga Teroris, 50 Penghuni Pondok di Nganjuk Diperiksa

Selasa, 13 November 2012, 06:55 WIB
Komentar : 0
Republika/Muhammad Deffa
Penggerebekan terduga teroris oleh polisi (ilustrasi).
Penggerebekan terduga teroris oleh polisi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, NGANJUK -- Kepolisian membawa sekitar 50 orang penghuni Pondok Darul Akhfiya di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa dini hari, ke Markas Polres Nganjuk. Polisi menduga mereka terlibat jaringan teroris.

Puluhan polisi dengan membawa senjata lengkap mendatangi pondok yang jaraknya tidak begitu jauh dari jalan raya utama, yang menghubungkan Provinsi Jatim dengan Provinsi Jateng tersebut.

Polisi membawa 50 santri ke markas kepolisian, termasuk pengasuh pondok yang diketahui bernama Nasiruddin Ahmad alias Landung Tri Bawono (34), asal Sukoharjo, Solo.

Awalnya, petugas membawa mereka ke Markas Polsek Kertosono, Kabupaten Nganjuk, tapi kemudian mereka dievakuasi ke Polres Nganjuk. Mereka dibawa dengan menggunakan bus untuk diangkut ke Polres Nganjuk.

Sampai saat ini, belum ada yang bisa dikonfirmasi dari petugas kepolisian setempat. Mereka masih tutup mulut tentang dugaan jaringan teroris yang ada di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk tersebut.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Penggunaan Langgam Baca Alquran Jangan Dipaksakan'
JAKARTA -- Ustaz Erick Yusuf menilai penggunaan langgam dalam membaca Alquran itu jangan dipaksakan. Dalam artian biarkan logat seseorang dalam membaca Alquran keluar...