Ahad , 27 October 2013, 19:57 WIB

Puluhan Anak Yogyakarta Tagih Janji Wali Kota

Red: Citra Listya Rini
Antara/Regina Safri
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Puluhan anak Yogyakarta menggelar aksi "dolanan" di Titik Nol Kilometer di Kota Gudeg itu sebagai sebuah pesan menagih janji wali kota untuk memberikan ruang publik sehingga dapat digunakan untuk tempat bermain dan bersosialisasi.

"Melalui aksi ini, kami berusaha menyampaikan apa yang dirasakan oleh anak-anak, yaitu berkurangnya ruang publik untuk bermain," kata penggagas aksi "Bocah Jogja Nagih Janji" Nopel Rachmad di sela-sela aksi di Yogyakarta, Ahad (27/10).

Menurut dia, dengan semakin berkurangnya ruang publik yang digantikan dengan "hutan beton" membuat banyak anak yang tidak bisa bermain bersama di luar rumah dan akhirnya memilih bermain permainan di komputer atau gadget lain di dalam rumah tanpa bersosialisasi.

Nopel mengatakan, di lingkungan sekitar rumahnya yaitu di Juminahan juga sudah tidak ada lagi ruang publik yang bisa dimanfaatkan bersama.

"Dulu ada lapangan tetapi kemudian dibangun rumah susun dan saat ini tidak ada lagi ruang yang tersisa. Padahal banyak anak kecil di lingkungan kami," katanya.

Nopel berharap, warga yang memiliki lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk ruang berinterakasi bagi warga, dapat mempertahankannya agar tidak beralih fungsi, selain tidak menjualnya ke pihak manapun.

Sementara itu, Koordinator "Bocah Jogja Tagih Janji" Annisa Rachmawati mengatakan, aksi tersebut merupakan inisiatif dari berbagai kampung di Kota Yogyakarta untuk menyikapi hilangnya ruang terbuka di lingkungannya masing-masing.

Dalam aksinya, puluhan anak-anak dari sejumlah kampung tersebut melakukan berbagai permainan anak yang dulu biasa dijumpai di kampung-kampung seperti egrang, lompat tali, dan permainan mobil-mobilan. Peserta juga mengenakan berbagai atribut dari karton berisi kritikan.

Selain menggelar aksi, puluhan anak tersebut juga mendeklarasikan "Janji Bocah Jogja" yang berisi empat hal, yaitu akan terus bermain meski sudah tidak ada ruang, akan terus ingin mengetahui kemajuan kota, akan terus menjadikan kota yang seru dan asyik, serta terus menjaga kota tetap sehat dan asyik.

Sumber : Antara