Thursday, 05 September 2013, 19:36 WIB

Pencapaian Skor Pola Pangan Harapan DIY di Atas Nasional

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Djibril Muhammad
blogspot.com
Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pencapaian Skor Pola Pangan Harapan (PPH) DIY berdasarkan SUSENAS tahun 2012 mencapai 80,7. Hal ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka capaian nasional yang hanya 75,4.

Hal itu dikemukakan Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX dalam pembukaan Pameran Produk Pangan Nusantara (Pangan Lokal) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-33 Tahun 2013 di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Kamis (5/9).

Menurut Sasongko yang baru tiga hari ini menjabat Kepala Badan Ketahanan Pangan DIY, dengan tingginya skor PPH di DIY berarti konsumsi pangan di DIY sudah bervariasi, tidak hanya nasi saja, melainkan sudah lengkap seperti karbohidrat, protein, mineral, lemak dan lain-lain.

Skor PPH merupakan indikator kualitas konsumsi pangan yang dipengaruhi keragaman dan keseimbangan konsumsi antar kelompok makanan. PPH biasanya digunakan untuk perencanaan konsumsi, kebutuhan dan penyediaan pangan yang ideal di suatu wilayah.

Di samping itu, PPH mencerminkan susunan konsumsi pangan anjuran untuk hidup sehat, aktif dan produktif. Dengan pendekatan PPH dapat dinilai mutu pangan berdasarkan skor pangan dari sembilan bahan pangan.

Lebih lanjut Sasongko mengatakan pangan merupakan kebutuhan setiap manusia dan pemenuhannya menjadi hak azasi bagi setiap manusia.

Peringatan Hari Pangan Sedunia ini bertujuan untukmelakukan sosialisasi tentang pola konsumsi yang beragam, bergisi, seimbang, halal dan aman (B2SHA).

Di samping itu, dia menambahkan, peringatan Hari Pangan Sedunia ini juga untuk meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat dalam penerapan pola pangan yang berbasis B2SHA.

Dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia yang berlangsung 5-7 September ini diadakan lomba cipta menu B2SHA yang menggunakan bahan dari tepung pisang dan ubi ungu, lomba mewarnai pangan lokal tingkat TK dan SD tanggal 7 September serta seminar nasional tentang pangan tanggal 6 September.

loading...