Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kapal Tenggelam di Jepara Bukan untuk Angkut Penumpang

Jumat, 16 Agustus 2013, 16:48 WIB
Komentar : 1
Kapal tenggelam - ilustrasi
Kapal tenggelam - ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- KM Ita Kembang Jaya yang tenggelam di perairan Pulau Panjang, Kabupaten Jepara, Kamis (15/8), diketahui bukan merupakan kapal pengangkut penumpang, Kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Djihartono.

"Berdasarkan 'pass' yang dimiliki, kapal tersebut tidak diperuntukkan untuk mengangkut penumpang," kata Djihartono di Semarang, Jumat (16/8).

Menurut dia, kapal tersebut merupakan kapal penangkap ikan, sehingga jika digunakan untuk mengangkut penumpang jelas tidak memenuhi ketentuan.

Kapal nahas yang diduga mengangkut penumpang melebihi kapasitas itu memiliki spesifikasi panjang 11 meter, lebar 2,7 meter, diameter 0,8 meter.

Kapal tersebut diperkirakan mengangkut penumpang sekitar 50 orang sebelum akhirnya tenggelam.

Ia menuturkan kapal tersebut beroperasi setelah upacara "Lomban" di perairan Jepara selesai digelar.

Kapal tersebut, lanjut dia, mencari penumpang di sekitar Pulau Panjang dengan menarik karcis sebesar Rp5 ribu per penumpang.

"Setelah sempat beberapa kali mengakut penumpang, kapal terbalik dan tenggelam," katanya.

Sementara itu, polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kejadian tersebut. Kedua tersangka masing-masing nahkoda KM Ita Kembang Jaya Subakri Mashadi serta pemilik kapal Subkhan Julianto.


Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...