Thursday, 23 Zulqaidah 1435 / 18 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Anggota Brimob Jateng Bentrok dengan Anggota Shabara, Ini Pemicunya

Thursday, 25 July 2013, 09:45 WIB
Komentar : -1
Republika/ Yasin Habibi
Garis Polisi
Garis Polisi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG  -- Sejumlah anggota Brimob Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyerang markas Direktorat Shabara polda setempat di Jalan Hadi Subeno, Mijen, Semarang, Kamis dini hari, yang diduga karena kesalahpahaman.

Kepala Polda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Dwi Priyatno mengatakan peristiwa tersebut berawal dari isi pesan singkat telepon seluler yang diduga bernada menghina.

"Dari markasnya di Srondol, mereka (anggota Brimob, red.) datang mau menanyakan soal SMS itu," katanya.

Sampai markas Ditsabhara, kata dia , justru terjadi "gesekan".

Ia mengaku telah memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan Polda untuk mengusut kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar 50 anggota Brimob dengan mengendarai sepeda motor mendatangi markas Ditsabhara Polda Jateng.

Menurut seorang anggota Sabhara yang tidak bersedia disebut identitasnya para anggota Brimob tersebut memakai pakaian preman.

"Mereka datang mencari seseorang, tidak jelas siapa yang dicari," katanya.

Ia mengatakan sempat terjadi negosiasi dengan petugas piket yang jumlahnya tujuh orang.

Namun, kata dia, karena diduga ada provokator saat negosiasi, akhirnya terjadi "gesekan".

Satu kompi Sabhara yang sedang di markas ikut terlibat dalam bentrok hingga akhirnya para anggota Brimob mundur dan meninggalkan markas Ditsabhara.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Terapi Air Bantu Mobilitas Penyandang Difabel
WASHINGTON --  Tim riset di Human Performance Lab Middle Tennessee State University, tengah mengembangkan terapi air guna membantu mobilitas warga difabel. Pasien yang...