Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polisi Gerebek Bioskop Porno

Tuesday, 09 July 2013, 16:34 WIB
Komentar : 1
stjosephpost.com
Garis Polisi (ilustrasi)
Garis Polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,UNGARAN—Jajaran Polres Semarang menggerebek sebuah rumah kosong yang dijadikan semacam ‘bioskop’ untuk memutar film porno, di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
 
Dalam penggerebekan ini, polisi mengamankan AS (35) pemilik 200 keping kaset video film porno yang diduga telah memutar dan mengomersilkan film dewasa, di rumah kosong ini.
 
Informasi yang dihimpun di Polres Semarang menyebutkan, penggerebekan ini berawal dari informasi masyarakat atas adanya aktivitas mencurigakan di sebuah rumah kosong, yang ada di lingkungan mereka. Dari laporan ini, anggota Polsek Suruh segera melakukan pemantauan dan penyelidikan di lokasi rumah kosong tersebut. Ternyata ada aktivitas menonton film porno bersama- sama.
 
“Polisi pun akhirnya melakukan penggerebekan terhadap rumah tersebut, dan mengamankan AS serta sejumlah orang yang saat itu tengah menonton,” ungkap Wakapolres Semarang, Kompol Arief Bachtiar, Selasa (9/7).  
 
Dari penggerebekan ini, lanjutnya, polisi juga mengamankan sedikitnya 200 keping kaset video porno dari berbagai judul. Barang bukti ini selanjutnya diamankan di Mapolsek Suruh.
 
Kepada polisi, AS mengelak telah mengomersilkan film- film porno tersebut. Seluruh keping kaset video porno itu diakui memang miliknya dan hanya dijadikan sebagai koleksi pribadi.

Reporter : bowo pribadi
Redaktur : Taufik Rachman
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

500 Personel dari Dinas Perhubungan se-DIY Dikerahkan Atasi Kemacetan