Rabu, 7 Zulhijjah 1435 / 01 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pakar: Penurunan Muka Tanah Picu Rob

Senin, 06 Mei 2013, 16:10 WIB
Komentar : 0
 Banjir rob. (Agung Fatma Putra/Republika)
Banjir rob. (Agung Fatma Putra/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Penurunan muka tanah menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Semarang, selain disebabkan oleh banyaknya sampah dan drainase yang tersumbat. Namun, Pemerintah Kota Semarang dinilai cuek mengatasi solusi penurunan muka tanah tersebut.

Pakar Hidrologi dari Universitas Diponegoro, Nelwan, mengatakan masalah penurunan muka tanah yang menjadi penyebab rob tidak pernah digubris oleh Pemerintah Kota. "Masalah yang tidak pernah disentuh oleh Pemkot, yakni masalah permukaan air tanah, selain masalah sampah dan drainase," kata Nelwan, Senin (6/5).

Ia menambahkan, penurunan muka tanah di Kota Semarang saat ini sudah mencapai 20 sentimeter per tahun. Namun, belum ada solusi penanganannya. Untuk mengatasi masalah banjir, ia mengimbau agar pemerintah memberdayakan masyarakat. Ia menambahkan, dengan melibatkan masyarakat, pemerintah dapat terbantu dalam penanganan banjir.

Selain itu, ia juga menilai sistem pembuangan air juga sudah tidak berfungsi dengan baik, sehingga banjir terjadi. Nelwan juga mengatakan, masyarakat dapat membuat tandon air untuk mengatasi banjir. Dengan tandon, menurutnya, air dapat ditampung dan dimanfaatkan kembali.

Sementara itu, Rosid Hudoyo, kepala Bidang PSDA dan ESDM mengatakan penurunan muka tanah di Semarang disebabkan oleh kondisi tanah yang belum kuat di kawasan reklamasi. "Itu tanahnya jenis aluvial, tanah yang belum kuat. Penurunan muka tanah disebabkan juga oleh pengambilan air tanah yang berlebihan dan alih fungsi lahan. Solusinya adanya di Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah," katanya.

Reporter : Dessy Suciati Saputri
Redaktur : Dewi Mardiani
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hasyim Muzadi: Pilkada oleh DPRD Bisa Timbulkan Polusi Pemikiran
 JAKARTA -- Mantan Ketua Umum NU, Hasyim Muzadi menilai disahkannya pemilihan kepala daerah oleh DPRD disinyalir mampu menurunkan kredibilitas kepala daerah. Selain itu diberikannya...