Selasa, 28 Zulqaidah 1435 / 23 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bank Mandiri Akan Hapus Tagih 140 Rekening Kredit Macet Korban Gempa

Senin, 08 April 2013, 08:40 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Mandiri Persero (Tbk) yang dilaksanakan pekan lalu telah memutuskan akan menghapus tagih sebanyak 140 rekening UMK (Usaha Mikro Kecil) korban gempa bumi di Bantul.

Hal itu dikemukakan Area Manager Bank Mandiri Yogyakarta Bambang Wisnu Handjali pada Republika. Menurut dia, RUPS Bank Mandiri yang dilaksanakan pada 2 April lalu telah diputuskan untuk menyediakan plafon untuk hapus tagih kredit macet karena bencana alam di Indonesia, seperti longsor, gempa bumi dan sebagainya.

"Termasuk untuk hapus tagih kredit macet korban gempa di Bantul beberapa tahun yang lalu pemegang saham sudah menyetujuinya. Sudah diverifikasi kantor kredit macet UMK korban gempa di Bantul ada 144 rekening nilainya Rp 2,2 miliar. Kredit macet  UMK yang dihapus tagih oleh Bank Mandiri adalah yang plafon pinjamannya  di bawah Rp 200 juta," katanya menjelaskan.

Untuk pelaksanaannya, Wisnu menambahkan, Bank Mandiri di cabang tinggal  menunggu petunjuk teknis  dan pelaksanaan dan akan ada keputusan direksi. Tetapi ini urusan internal tidak perlu menunggu pemegang saham lagi.

Sementara itu Koordinator Komunitas UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) DIY Prasetyo Atmosutidjo mengakui kredit macet UMK korban gempa Bantul yang di Bank Mandiri akan dihapus tagih, tetapi pihak Bank Mandiri masih menunggu petunjuk teknis dan pelaksanaan dari Bank Mandiri Pusat.

"Dengan demikian kredit macet UMK korban gempa di Bantul yang ada diperbankan akan dihapus tagih semua. Kami akan mengawal dan mengontrolnya. Sekarang tinggal kredit macet korban gempa yang ada di koperasi, BPR (Bank Perkreditan Rakyat) serta lembaga keuangan lainnya. Sampai sekarang masih dicarikan solusinya. Kami berharap agar segera ditemukan solusinya mengingat kredit macet di koperasi cukup banyak," kata Prasetyo pada Republika, Senin (8/4).

Dari catatan Republika hingga kini masih ada kredit macet korban gempa yang belum tertangani sama sekali yakni sekitar Rp 12,5 miliar yang terdiri dari: kredit di 21 Koperasi sebesar Rp 7.083 miliar, tujuh lembaga keuangan lain (misal BMT) Rp 661,4 juta, dan 32 BPR sebesar Rp 4,77 miliar.

Reporter : Neni Ridarineni
Redaktur : Djibril Muhammad
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar