Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Telkom Dukung Yogyakarta Digital Government Service

Kamis, 21 Maret 2013, 19:43 WIB
Komentar : 0
arief yahya

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan PT Telkom memujudkan program digital government service. Kamis (21/3), dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Dirut PT Telkom Arief Yahya di Kepatihan, Yogyakarta.

Penandatangan MoU ini sekaligus dilaksanakan kick off Yogya Cyber City melalui pemasangan akses wifi di sepanjang Malioboro. Peresmian akses internet cepat untuk publik ini dihadiri walikota dan bupati se DIY.

Dirut PT Telkom, Arief Yahya mengatakan penandatanganan ini merupakan wujud nyata mendukung visi Pemda DIY sebagai daerah berkarakter, berbudaya, maju, mandiri dan sejahtera menyongsong peradaban baru. "Peresmian penggunaan akses internet di Malioboro merupakan awal pekerjaan besar. Yaitu mewujudkan DIY sebagai digital government service akhir tahu 2017," kata Arief di Yogyakarta.

Di Malioboro, lanjut Arief, terpasang lebih 50 access point Indonesia wifi. Sedangkan untuk seluruh Yogyakarta terpasang 1.000 access point wifi. "Jumlah tersbut akan terus ditingkatkan menjadi 40 ribu access point wifi di akhir 2013," kata Arief.

DIY digital government service, lanjut Arief, sejalan dengan program Telkom. Yaitu mewujudkan Indiso (Indonesia digital society), Indischool, Indipreneur, dan Indifinance. "Kami yakin kemudahan mengakses informasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.

Reporter : heri purwata
Redaktur : Taufik Rachman
670 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Mantan Wali Kota Salatiga Dituntut Hukuman 7,5 Tahun