Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Camat dan Lurah Ramai-Ramai Pergi, Masyarakat Yogyakarta Jadi 'Korban'

Kamis, 21 Maret 2013, 14:06 WIB
Komentar : 0
Republika/Musiron
Mengurus KTP di Kelurahan

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Perginya para lurah dan camat di Kota Yogyakarta untuk studi banding ke Batam selama empat hari ternyata menganggu pelayanan publik di kelurahan dan kecamatan di kota tersebut. Masyarakat terpaksa jadi korban lantaran harus menunggu camat dan lurah tersebut untuk pengurusan beberapa surat penting. 

Berdasarkan pantauan Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta, di dua kelurahan di Kecamatan Jetis diketahui ada beberapa warga yang terpaksa kecewa tidak bisa menyelesaikan urusan administratif kependudukan hari itu juga. 

"Memang ada beberapa surat yang harus ditandatangani lurah dan camat. Jadi masyarakat terpaksa harus menunggu lurah dan camat pulang," kata anggota Forpi Kota Yogyakarta bidang pengaduan, Baharuddin Kamba, Kamis (21/3). 

Diakui Bahar, di setiap kecamatan dan kelurahan memang ada petugas pelaksana harian (Plh) dan sekretaris. Namun, keberadaan mereka tidak bisa menyelesaikan seluruh urusan administrasi kependudukan. 

Seperti diketahui, 22 lurah dan 7 camat di Kota Yogyakarta bersama 5 SKPD berangkat ke Batam sejak 20 -23 Maret 2013. Ada 36 orang yang mengikuti kegiatan kunjungan kerja ke wilayah itu. Mereka dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Imam Priyono.

Kunjungan kerja ini untuk studi banding tentang pelimpahan wewenang ke wilayah. Akan ada 7 camat dan 23 lurah lain yang menyusul di gelombang kedua program tersebut. Kunker para lurah dan camat ini menghabiskan dana APBD sebesar Rp 700 juta.

Reporter : Yulianingsih
Redaktur : Citra Listya Rini
496 reads
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Setelah Bawang, Giliran Harga Cabai Naik