Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pasokan Bawang Putih di Banyumas Turun 50 Persen

Kamis, 14 Maret 2013, 22:45 WIB
Komentar : 0
Republika/Aditya Pradana Putra
Pedagang mengambil bawang putih impor dari Cina untuk ditimbang di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (13/3).

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Meroketnya harga bawang putih di eceran pasaran Banyumas karena pasokan yang merosot tajam. Bahkan, hingga mencapai Rp 80 ribu per kilogram (kg).

Seperti diakui pekerja distributor bawang putih di Ajibarang Kabupaten Banyumas, Marno (36 tahun). Menurutnya, kiriman bawang putih dari Surabaya sepekan terakhir turun tajam.

"Biasanya kami dapat kiriman bawang putih 60 ton dalam sepekan, dikirim dalam dua kontainer. Tapi sejak tiga pekan terakhir, kami hanya mendapat pengiriman satu kontainer sebanyak 30 ton," jelasnya, Kamis (14/3).

Tak hanya itu, harga bawang dari importir di Surabaya juga mengalami kenaikan. Makanya, distributor pun ikut menaikan harga hingga Rp 65 ribu. Di pengecer, harga itu bervariasi. Bahkan, bisa mencapai Rp 80 ribu per kg.

Berdasarkan informasi yang dia peroleh, saat ini ada ratusan ton bawang putih yang tertahan di pelabuhan Surabaya. "Tapi saya tidak tahu kebenaran kabar ini. Mungkin saja itu kabar tidak betul," jelasnya.

Sementara di pasar tradisional Kabupaten Banyumas bawang telah hilang dari peredaran. Kalau pun ada yang menjual, kebanyakan sudah mengemas bawang putih tersebut dalam kemasan 0,5 ons dan dijua seharga Rp 4 ribu.

"Sekarang kebanyakan konsumen tidak mau membeli bawang putih dalam jumlahh banyak, misalnya 0,5 kg sekalian. Mereka memilih membeli pper setengah ons, cukup untuk sekali dua kali memasak," kata Warni, seorang pedagang di Pasar Sokaraja Kabupaten Banyumas. 

Reporter : Eko Widiyanto
Redaktur : Mansyur Faqih
2.000 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Siswa di DIY Wajib Kunjungi Museum Dinas Kebudayaan