Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Program Desa Mandiri Terancam Gagal

Senin, 11 Maret 2013, 09:49 WIB
Komentar : 0
Litbang.deptan.go.id
Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Program desa mandiri energi di Kabupaten Sleman terancam gagal. Penamanam Pohon Jarak yang dianggap dapat menjadi alternatif bahan bakar minyak (BBM) tidak tergarap dengan baik.

Kepala Seksi Pengendali Mutu Tanaman, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut), Kabupaten Sleman, Sugianto mengatakan, penanaman pohon tersebut dinilai kurang menguntungkan. Akibatnya, banyak petani yang beralih tanam ke tumubuhan lain.

"Kemudian, lahan pohon tersebut pun menyusut," kata Sugianto belum lama ini.

Dia menyebutkan, ada tiga daerah yang merintis proyek tersebut yakni, Kecamatan Prambanan, Kalasan, dan Turi. Di Prambanan sendiri hanya tersisa 2 hektar lahan area awalnya seluas 20 hektar.

Sedangkan di Kalasan, dari 5 hektar, hanya bertahan setengah hektar. Namun untuk Turi, lahan percobaannya masih bertahan seluas setengah hektar.

Menurut Sugianto, berdasarkan laporatumbuhan tersebut tidak menghasilkan minyak, padahal dalam pelaksanaannya ada bantuan dana sebesar Rp 12 juta hingga Rp 15 juta per kecamatan, namun tetap tidak menutup ongkos produksi.

"Pohon jarak sebenarnya cocok ditanam di area marjinal yakni lahan yang mengandung sedikit kadar air," ujarnya. 

Jika berhasil mengolah, kata Sugianto, biji jarak dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar. Dari eksperimen yang dilakukannya, setiap satu ons biji jarak, bisa untuk mendidihkan hingga tiga liter air. 

Reporter : Andi Ikhbal
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
2.082 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda