Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bantul Catat 214 Bangunan Cagar Budaya

Rabu, 06 Maret 2013, 09:12 WIB
Komentar : 0
purbakalayogya.com
Salah satu kawasan cagar budaya, Goa Jepang, Pundong, Bantul, DIY.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat 214 bangunan di daerah itu masuk sebagai bangunan dan kawasan cagar budaya dengan berbagai nilai sejarah.

"Pada 2012 kami sudah melakukan pendataan bangunan dan kawasan cagar budaya (BCB dan KCB) untuk diusulkan pemeliharaan dan perawatan ke provinsi," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantul, Heni Rahmawati, di Bantul, Rabu (6/3).

Ia mengatakan 214 BCB dan KCB itu, di antaranya situs, bangunan kuno, tempat peninggalan bersejarah, termasuk gua yang sudah ada sejak zaman penjajahan hingga rumah tradisional joglo yang usianya puluhan hingga ratusan tahun.

Keberadaan BCB dan KCB tersebut, kata dia, sebelumnya tidak terdata secara pasti sehingga untuk perawatan dan pelestarian tidak maksimal. Padahal, katanya, sebagian besar atau sekitar 70 persen mengalami kerusakan akibat gempa bumi 2006.

"Pascagempa bumi hampir sebagian besar bangunan rusak dan tidak terawat, sehingga perlu ada upaya untuk pengembangan dan pelestarian, nantinya juga akan diterbitkan peraturan bupati (perbup)," katanya.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
703 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda