Wednesday, 8 Rabiul Akhir 1436 / 28 January 2015
find us on : 
  Login |  Register

Cegah Pengembang Nakal, Sleman Revisi Regulasi

Saturday, 23 February 2013, 22:42 WIB
Komentar : 1
tuanmuda.us
Perumahan Rakyat
Perumahan Rakyat

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman tengah berupaya memperbaiki regulasi bagi pengembang perumahan. Ke depannya, kenakalan developer dalam penyalahgunaan lahan diharap tidak lagi terjadi.

Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP), Pemkab Sleman, Dyah Sardjuningrum mengatakan, pihaknya tengah mendalami dan penyusun aturan baru bagi pengembang perumahan. Dengan begitu, peluang mereka untuk berlaku curang, dapat diminimalisir.

"Kami akan menerbitkan IMB di area fasos dan fasum perumahan, agar tidak terjadi penyalahgunaan lahan," kata Dyah pada Republika, Sabtu (23/2).

Dia mengatakan, DPUP Sleman juga telah sepakat dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk tidak memecah sertifikat tanah, sebelum pengembang menyerahkan site plan perumahan.

Kemudian, kata Dyah, pengembang juga harus menandatangani surat perjanjian saat pengesahan tata ruang pembangunan, sehingga legalitas hukum bisa dipertanggungjawabkan. Melalui upaya itu, pihaknya telah mengantisispasi secara matang.

Komisaris Utama PT Gerbang Madani Group yang merupakan pengembang perumahan di DIY, Shiyabudin mengatakan, aturan Pemkab Sleman kini mulai mengalami perbaikan. Komitmen antara ruang terbuka dan area hunian, lebih diperhatikan. "Sekarang pengembang perumahan juga lebih tertib, tidak seperti dulu," katanya.

Reporter : andi ikhbal
Redaktur : Taufik Rachman
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
 Bibit Samad: Kasus BG Sudah Ada Sejak Zaman Saya
JAKARTA -- Mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Riyanto, mengakui kasus Budi Gunawan (BG) sudah ada sejak zamannya memimpin. Meski...