Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ki Sugino Siswocarito: Maestro Dalang Gagrak Banyumasan Wafat

Senin, 21 Januari 2013, 09:26 WIB
Komentar : 6

REPUBLIKA.CO.ID,  Pecinta pakeliran wayang kulit gagrak Banyumasan, kehilangan salah satu tokohnya. Ki Dalang Sugino Siswocarito, wafat setelah 40 hari mengalami sakit.

Ia meninggal dunia di RS Panti Rapih Yogyakarta, Ahad (20/1) sekitar pukuk 23.25 WIB.

''Sebelum meninggal, beliau mengalami sakit komplikasi berupa gagal ginjal dan tumor kandung kemih,'' kata Nurnaini (50), peteri kedua almarhum.

Jenasah almarhum, tiba di rumah duka Desa Notog Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas, Senin (21/1) pukul 04.55. Rencananya, akan dimakamkan di pemakaman umum tanah kelahirannya Desa Sawangan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Semasa hidupnya, beliau merupakan salah satu maestro dalang gagrak Banyumasan. Bersama Ki Dalang Sugito Purbocarito, kedua tokoh dalang ini merupakan duo dalang Banyumasan yang sejak tahun 60-an sudah mulai mendalang. ''Setahu saya, sejak saya masih anak-anak, bapak sudah mendalang,'' katanya.

Dengan kiprahnya itu, almarhum dapat disejajarkan dengan beberapa tokoh dalang besar lainnya di Indonesia. Bila untuk wayang kulit gaya Solo-an dikenal dalang Narthosabdo, gaya Yogya ada Ki Timbul Hadi Prayitno, maka untuk wayang kulit gaya Banyumasan identik dengan dalang Ki Sugino Siswocarito.

Dalam karir mendalangnya, sudah tak terhitung karya cerita wayang yang telah diciptakan almarhum. Khususnya mengenai lakon cerita carangan.

Semasa hidupnya sebagai dalang, beliau memang lebih senang memainkan lakon cerita Carangan. Yakni, lakon cerita yang lepas dari pakem. Sangat jarang  almarhum memainkan lakon cerita pakem yang bersumber dari kisah Mahabarata atau Ramayana.

Melalui lakon carangan tersebut, Dalang Gino lebih leluasa memainkan dan membuat cerita tanpa harus terikat dengan lakon-lakon pakem. Tokoh-tokoh wayang yang ditampilkan dalam lakon yang sering dimainkan Dalang Gino, adalah tokoh anak-anak Pandawa seperti Gatotkaca, Antasena, Antareja, Abimanyu dan Wisanggeni.

''Tokoh-tokoh wayang, seperti Antasena dan Wisanggeni, identik sebagai tokoh wayang Banyumas. Dalam cerita wayang gaya Solo atau Yogya, tidak dikenal adanya tokoh kedua wayang tersebut,'' kata Ajen Sisworo (54), putera pertama almarhum.

Selain mendalang, Dalang Ki Sugino Siswocarito, juga telah menghasilkan ratusan karya gending Banyumasan . Gending gamelan gaya Banyumasan ini, juga memiliki nuansa berbeda dari gending gaya Surakarta atau Yogyakarta. Irama dari gending Banyumasan ini, lebih rancak dan ceria daripada gending gaya Surakarta atau Yogya.

''Sudah ratusan karya gending Banyumasan atau campur sari dengan gaya Banyumasan yang sudah dibuat almarhum,'' kata Ajen.

Dalang Ki Sugino Siswocarito, lahir di Desa Sawangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, 14 Mei 1937. Almarhum meninggalkan dua orang isteri, Suwarti dan Warsinah. Sedangkan isteri pertamanya, Nasiatik, sudah wafat terlebih dulu.

Dari isteri pertamanya, beliau memiliki dua orang anak kandung Nurnaini dan Ajen Susworo, kemudian memiliki tujuh orang cucu dan 3 orang cicit. Selain kedua anak kandung, almarhum juga memiliki seorang anak angkat, Sekarsiwi.

Reporter : Eko Widiyanto
Redaktur : Heri Ruslan
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  didi sadikan Selasa, 29 Januari 2013, 19:51
Selamat jalan pak Gino...
ada telah banyak menghibur Kita, Surga tempatmu.. Amien
  Bawor banyumas Selasa, 29 Januari 2013, 14:11
saya selaku penyiar logat bawornya selalu saya ikuti dialeknya, semoga atas segala amalnya diterima disisiNya
  Ngadiyo Lukman Santoso Selasa, 22 Januari 2013, 15:36
Innalilahi wa inna illaihi roji'un, selamat jalan pakar pakeliran gagrag banyumasan, semoga mendapat tempat yang layak disisiNYA. Kaset.Cd-nya selalu saya putar setiap saat saya merindukanmu Ki Dalang...
  mukhtasor Senin, 21 Januari 2013, 20:12
SELAMAT JALAN SANG MAESTRO, AKU SELALU MENGENANGMU. SEMOGA KHUSNUL KHOTIMAH. AMIIN YA ROBBAL 'ALAMIIN
  Apria Dewa Ndaru Senin, 21 Januari 2013, 10:41
Semoga beliau di trima di sisi Allah SWT.
dan kebaikan dan karya beliau di masa hidupnya bisa jadi panutan bagi warga banyumas dan sekitarnya.
amin.