Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

NA Sayangkan Peredaran Foto Pelecehan Korban Banjir

Jumat, 18 Januari 2013, 09:40 WIB
Komentar : 1
AP/Achmad Ibrahim
Bundaran HI yang tergenang air banjir, Jakarta,Kamis (17/1).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (NA) menyayangkan peredaran foto-foto yang memuat pelecehan terhadap pada korban banjir.

Menurut Ketua Umum PP NA Norma Sari, saat ini di masyarakat tengah beredar foto-foto para korban banjir yang justru dijadikan lelucon dan bahan tertawaan. Selain itu banyak juga foto-foto yang menggambarkan pelecehan. Foto-foto ini beredar melalui broadcast lewat jejaring sosial.

"Untuk itu kami mengajak segenap pihak untuk menghentikan peredaran gambar ataupun foto tersebut. Ini tidak manusiawi," terangnya, Jumat (18/1).

Menurutnya, banjir yang melanda Jakarta merupakan bencana alam yang tidak diinginkan oleh siapapun. Ribuan orang mengungsi akibat hal ini dan mereka banyak kehilangan harta benda. Karenanya, kondisi ini harusnya menjadi keprihatinan semua pihak.

Namun, di masyarakat luas justru banyak beredar gambar dan foto yang menjadikan hal ini bahan lelucon dan pelecehan. "Hal ini justru sangat disayangkan, kami prihatin atas tindakan semacam itu," tegasnya. PP NA sendiri, kata dia, prihatin dengan bencana banjir yang melanda masyarakat Jakarta.

NA kata dia juga membuka jalur bantuan melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan LAZISMU di BCA 8780171171, Mandiri 1230099008999, BRI Syariah 2020191222 utau langsung ke Gedung Dakwah Jl Menteng Raya NO 62. Kontak Person Sarni Bara 081904051438 dan LAZISMU 021 3150400.

Reporter : Yulianingsih
Redaktur : Dewi Mardiani
7.002 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Mr G Jumat, 18 Januari 2013, 10:43
Jangan menyalahkan alam, dgn mengatakan "Banjir JKT adalah Bencana Alam", air hujan secara sunatullah akan mencari jalan ke Laut.. hanya saja manusia yg tinggal di JKT dan Bogor sekitarnya merusak hukum Allah dgn keserakahan megacities, kondominium, apartment, high rise tower, villa2..
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...