Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mahasiswa Tuntut Bahasa Daerah Masuk Kurikulum

Selasa, 15 Januari 2013, 16:26 WIB
Komentar : 0
ist
Siswa-siswi antusias mengikuti kegiatan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Mahasiswa, guru dan dosen bahasa Jawa yang tergabung dalam Forum Peduli Bahasa Daerah se-Yogyakarta melakukan aksi ke DPRD DIY. Mereka mendesak supaya bahasa daerah tetap dimasukkan dalam kurikulum mata pelajaran bahasa daerah.

Aksi tersebut dilatarbelakangi oleh pemberlakuan Kurikulum 2013 yang menghapus mata pelajaran bahasa daerah. Bahasa daerah dimasukan menjadi bagian dari pelajaran seni dan budaya.

''Artinya, posisi bahasa daerah semakin sedikit,'' kata Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta, Suwardi Endraswara, pada wartawan di sela-sela aksi di Gedung DPRD DIY, Yogyakarta, Selasa (15/1).

Aksi tersebut diikuti oleh sekitar 200 orang. Mereka berjalan dari Kampus UNY mengenakan busana daerah seperti kebaya dan surjan.

Mereka membawa spanduk dan poster yang antara lain berbunyi: ''Bahasa Daerah Saklawase (selamanya, red)'' dan ''Bahasa Daerah Harus Dilestarikan''.

Reporter : Neni Ridarineni
Redaktur : Didi Purwadi
698 reads
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda