Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Peternak Yogya Diminta Jangan Beli DOD Luar Kota

Jumat, 11 Januari 2013, 14:55 WIB
Komentar : 2
ANTARA
Itik (ilustrasi)
Itik (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Selama ini penularan Avian Influenza (AI) pada itik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diduga berasal dari luar DIY. Karena, DIY dikepung oleh wilayah penyebaran AI seperti Karanganyar, Purworejo, Magelang.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam DIY, Retno Setijowati, menghimbau kepada para peternak di DIY tidak membeli bibit/anak itik atau DOD (day old duck) dari luar DIY.

''Kalau mau membeli  DOD, itu lebih baik bibit itik Turi Bantul yang dikembangkan oleh Pak Musiran di Bantul. Karena, terbukti DOD di sana sehat dan bebas dari AI,'' kata Retno pada Republika.

Musiran mengembangkan itik Turi Bantul sejak tahun 1980-an. ''Itik Turi Bantul itu gagah. Saya menjual DOD itik Turi Bantul. Satu pekan bisa menghasilkan sekitar 500 DOD,'' jelas dia.

Setiap kali bertelur bisa menghasilkan sekitar 23-25 telur per ekor. Saat ini dia mempunyai sekitar 750 itik petelur untuk DOD. 

Reporter : Neni Ridarineni
Redaktur : Didi Purwadi
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...