Saturday, 4 Zulqaidah 1435 / 30 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ada Diskriminasi Pembiayaan di Sekolah Umum dan Madrasah

Sunday, 06 January 2013, 14:45 WIB
Komentar : -1
Republika/Agung Supri
Siswa madrasah tengah belajar di perpustakaan (ilustrasi).
Siswa madrasah tengah belajar di perpustakaan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sampai saat ini masih terjadi diskriminasi pembiayaan di sekolah umum dan madrasah. Hal ini bisa dilihat dari Biaya Operasional Siswa (BOS).

Kalau untuk sekolah umum disamping menerima BOS dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, juga menerima dari BOS Daerah (Bosda). Sementara kalau madrasah hanya mendapatkan BOS yang disalurkan oleh Kementerian Agama.

''Kalau seperti ini kapan madrasah bisa maju'', kata Kepala Bidang Mapenda (Madrasah dan Pendidikan Agama di Sekolah Umum) Kantor Kementerian Agama DIY Noor Hamid, Ahad (6/1).

Untuk penyaluran BOS pun terjadi ketidakadilan. Kalau untuk BOS sekolah umum di DIY sudah bisa dicairkan Januari karena bila anggaran dari Pemerintah Pusat belum bisa dicairkan, ditalangi dulu oleh APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). Sementara itu, BOS untuk madrasah harus langsung disalurkan oleh Kementerian Agama, sehingga biasanya baru turun sekitar bulan Maret.

''Pernah kami tanyakan  waktu melakukan kunjungan ke DPR pada April 2013  tentang kenapa BOS untuk madrasah tidak boleh ditalangi dulu oleh APBD seperti halnya BOS untuk madrasah. Jawaban dari Kementerian Dalam Negeri bahwa bukannya Kementerian Dalam Negeri melarang, melainkan akan menyalahi kewenangan. Ini kan sama saja tidak membolehkan,''ungkap Noor.

Noor mengaku terus memperjuangkan agar BOS untuk sekolah umum dan madrasah bisa diberikan bersama-sama waktunya. ''Kami minta ke DPR supaya ada kolaborasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pemberian BOS, sehingga APBD bisa juga untuk menalangi APBD dan memberikan BOSDA untuk siswa madrasah,''tutur dia.

Lebih lanjut Noor mengungkapkan adanya diskriminasi antara sekolah umum dan swasta yang dilakukan oleh pemerintah daerah, khususnya DIY, juga tampak dalam pemberian BOSDA untuk sekolah SMA/SMK Umum. Sejak tahun 2012 Pemerintah Daerah memberikan BOSDA untuk sekolah SMA/SMK Umum, sedangkan Madrasah Aliyah tidak mendapatkan BOSDA.

Kalau BOS untuk SMA/SMK Umum dan Madrasah Aliyah yang anggarannya dari Pusat memang secara umum baru diberlakukan tahun 2013 ini. Namun nanti yang turun pasti BOS untuk SMA/SMK umum, sedangkan BOS untuk Madrasah Aliyah kemungkinan akan turun bulan Maret 2013.

Reporter : Neni Ridarineni
Redaktur : Dewi Mardiani
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Inter Milan Gasak Stjarnan
MILAN -- Inter Milan tumbangkan Stjarnan dengan skor teak 6-0 dalam play-off second leg Liga Eropa di Stadion San Siro,  Jumat (29/8). Inter yang...