Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Biaya Nikah di Yogyakarta Hanya Rp 30 Ribu, Benarkah?

Jumat, 28 Desember 2012, 17:23 WIB
Komentar : -1
onislam.net
Pernikahan yang dilakukan secara Islam.
Pernikahan yang dilakukan secara Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Biaya Pernikahan di DI Yogyakarta masih relatif murah. Tidak ada birokrasi yang mempersulit administrasi, terlebih lagi mengenai adanya pungutan liar (pungli).

Kantor Urusan Agama (KUA) Depok, Sleman, hanya menarik biaya pencatatan nikah sebesar Rp 30 ribu.  Namun, ongkos tersebut hanya berlaku bila pernikahan itu diadakan di kantor KUA.

Kepala KUA Depok, Sleman,  Hasan Fansyuri mengatakan, pihaknya tidak menarik biaya retribusi lain dalam bentuk apapun pada masyarakat.  Namun, bila acara pernikahan tersebut diadakan di rumah, biasanya ada biaya tambahan khusus.

“Nominalnya tidak ditetapkan, hanya saja tergantung pada kesadaran pihak yang mengadakan acara,” kata Hasan pada Republika, Jumat (28/12).

Hasan menganggap biaya tambahan tersebut bisa disebut ‘ongkos jalan’ penghulu menuju lokasi pernikahan. Karena itu, menurutnya, biasanya masyarakat mengerti akan biaya tersebut.

Reporter : Andi Ikhbal
Redaktur : Heri Ruslan
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  hapid Rabu, 9 Januari 2013, 11:15
saudaraku akhsani ! apakah anda akan ikhlas melihat penghulu jalan kaki tiap sabtu dan minggu ke lokasi pernikahan di luar jam kerja.
  djawis Minggu, 30 Desember 2012, 07:59
Jika memang keberatan dengan ongkos jalan, ayo rame-rame nikah di kantor (KUA) aja. Silakan calon pengantin datang ke KUA sambil membawa wali, 2 orang saksi.
  Anandi Sabtu, 29 Desember 2012, 10:09
Temanku yang penghulu bilang, jika warga yang menikah di rumahnya/tidak di kantor KUA tidak memberi ongkos jalan, sudah pasti gajinya terkuras hanya untuk beli bensin, ini bikin sekarat keluarga, apalagi 80% pernikahan di rumah.
  akhsani Jumat, 28 Desember 2012, 17:41
Ongkos jalan...? berarti petugas KUA gak ikhlas donk. Kalau seandainya diberi seikhlasnya sih tidak apa-apa, tapi kalau meminta nominal tertentu, apakah itu yang dinamakan petugas kantor urusan AGAMA..?