Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

64 Ribu Ekor Bebek Mati, Diduga Flu Burung

Jumat, 21 Desember 2012, 16:28 WIB
Komentar : 0
Antara
Sejumlah petugas memeriksa bebek yang mati mendadak di Desa Pakijangan, Brebes, Jateng.

REPUBLIKA.CO.ID,  CILACAP -- Serangkan virus mematikan diduga flu burung, telah menyebabkan ribuan ekor itik atau bebek di Jawa Tengah (Jateng) mati. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng,  Withono, menyebutkan penyakit yang diduga flu burung yang menyerang itik merupakan jenis baru.

''Serangan penyakit yang diduga flu burung jenis baru tersebut, telah menyebabkan 64 ribu ekor itik di Jateng mati. Serangkan penyakit itu, tersebar di 22 kabupaten wilayah Provinsi Jateng, termasuk Kabupaten Brebes yang menjadi sentra peternak itik petelur,'' katanya, saat mendampingi Gubernur menghadiri acara Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, di Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap, Jumat (21/12).

Meski demikian, dia menyebutkan, secara keseluruhan serangan penyakit itu masih belum terlalu berpengaruh terhadap produksi telur itik di wilayahnya. Menurutnya, total populasi itik di Jateng mencapai 8,1 juta ekor. Sedangkan yang mati akibat penyakit tersebut, 64 ribu. ''Jadi angka kematiannya baru sekitar 0,78 persen,'' jelasnya.

Terkait penyakit yang menyerang ribuan itik itu, Witono menyatakan, pihaknya baru sebatas menduga bahwa penyebabnya adalah virus flu burung clade baru. Virus ini, tidak terdeteksi oleh model rapid test yang selama ini digunakan untuk mendeteksi penyebab kematian flu burung pada ayam atau unggas lainnya.

Namun, setelah diteliti di Balai Besar Veteriner Wates, diketahui bahwa virus yang menyebabkan kematian pada sebagian itik atau bebek tersebut, memang sejenis virus flu burung clade baru. ''Tahun-tahun sebelumnya, itik lebih tahan terhadap flu burung. Tapi tahun ini, ternyata lebih banyak itik yang terserang virus ini,'' katanya.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah masih melakukan penelitiian mengenai virus baru tersebut. Penelitian itu, termasuk menguji, apakah vaksin yang digunakan dapat mengatasi flu burung pada unggas lainnya, bisa digunakan untuk mengatasi virus tersebut.

Reporter : Eko Widiyatno
Redaktur : Dewi Mardiani
998 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda