Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wah, Batik Motif Flora dan Fauna Makin Digemari

Selasa, 18 Desember 2012, 13:26 WIB
Komentar : 0
Batik Tulis Tancep
Salah satu motif batik tulis tancep dari Gunung Kidul
Salah satu motif batik tulis tancep dari Gunung Kidul

REPUBLIKA.CO.ID,PEKALONGAN--Saat ini, batik dengan motif flora dan fauna semakin digemari konsumen. Melihat hal itu, perajin batik di Kota Pekalongan, Jawa Tengah semakin aktif mengembangkan motif batik flora dan fauna.

Menurut perajin batik Kota Pekalongan Harris Riyadi, motif batik flora dan fauna memiliki  daya saing tinggi di pasaran. Motif tersebut juga  mempunyai nilai tradisional dan artistik. "Konsumen menyukainya,"katanya di Pekalongan, Selasa, (18/12).

Harris optimis, motif batik flora dan fauna akan menjadi tren batik 2013 menggeser motif batik yang bersifat tematis. Saat ini perajin batik mendapatkan tantangan dengan munculnya tekstil bermotif batik. Namun pihaknya  yakin batik tulis dan cap masih diminati konsumen.

Batik tulis, kata Harris,  menggunakan warna alam dan mempunyai nilai-nilai tradisional. Sehingga akan menjadi pilihan konsumen lokal dan mancanagera. Dalam pembuatan  batik bermotif flora dan fauna menggunakan air laut karena kandungan garam yang  tinggi baik bagi  kualitas pewarnaan batik.

Harga batik motif flora dan fauna, lanjut Harris,  akan dibanderol sekitar Rp 850 ribu hingga Rp 1,5 juta per dua meter.Harganya  memang cukup mahal karena kain batik tersebut  mempunyai nilai tradisional dan warnanya tidak mudah pudar.

Redaktur : Dyah Ratna Meta Novi
Sumber : antara
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...