Senin , 10 April 2017, 22:34 WIB

Perselingkuhan Picu Stres pada Pelaku

Red: Indira Rezkisari
flickr
Dari sisi emosi, orang yang sedang berbohong akan marah saat pasangan menanyakan apakah dia selingkuh atau tidak.
Dari sisi emosi, orang yang sedang berbohong akan marah saat pasangan menanyakan apakah dia selingkuh atau tidak.

REPUBLIKA.CO.ID, TAPIN -- Dokter Boyke Dian Nugraha SPoG mengatakan perselingkuhan yang terjadi antara suami atau istri dan pasangan lainnya berpotensi menyebabkan stres bagi yang melakukannya. Hal itu disampaikan dokter yang sekaligus seksolog kawakan saat memberikan dalam seminar dengan tema keluarga harmonis meningkatkan produktivitas kerja di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (10/4).

Dokter Boyke mengungkapkan, banyak sisi negatif dari perselingkuhan dalam rumah tangga. Bukan hanya stres, tetapi juga bisa mengakibatkan berjangkitnya berbagai penyakit pada organ vital, kehamilan yang tidak dikehandaki, dan bisa menimbulkan penyakit kanker mulut rahim.

Para peselingkuh, biasanya selalu merasa tidak tenang dan selalu dihantui rasa ketakutan, belum lagi berbagai persoalan yang ditimbulkan akibat perselingkuhan, yang cukup komplek, sehingga bisa menyebabkan persoalan bertambah dan bisa membuat stres. "Salah satu cara untuk menghindari perselingkuhan, adalah dengan selalu mempertahankan keharmonisan dalam rumah tangga, karena itulah tujuan dalam suatu perkawinan," katanya.

Ia pun memberi tips rahasia perkawinan yang sukses, yakni menjaga komunikasi, kecocokan sifat, cara pemecahan konflik, seks, religius, cara memanfaatkan waktu luang, keterbukaan dalam keuangan, dan pendidikan dan kesejahteraan anak dan sanak keluarga.
Menjaga komunikasi, tambah dia, selalu membicarakan berbagai persoalan yang terjadi dalam rumah tangga secara terbuka, sehingga tumbuh saling pengertian di antara suami dan istri.

Acara tersebut, diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan TP PKK Tapin. Bupati Tapin HM Arifin Arpan sangat mengapresiasi kegiatan workshop peningkatan peranan wanita ini, dan ia sangat antusias dengan kegiatan yang langsung diisi oleh dr Boyke tersebut.




Sumber : Antara