Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pendaki Nekat ke Tepi Kawah Merapi

Sabtu, 17 November 2012, 19:22 WIB
Komentar : 0
arrosyadi.wordpress.com
Gunung Merapi

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Pemasangan papan imbauan pendaki agar tidak naik menuju puncak Gunung Merapi yang dipasang Polsek Selo, Boyolali, ternyata diabaikan begitu saja. Rombongan sembilan pendaki asal Jakarta, Sabtu (17/11) akhir pekan kemarin, nekat menuju puncak hingga 'bibir' kawah Merapi.

Rendi (20 tahun) mengatakan, ''Saya dan teman-teman mendaki hingga bibir kawah Gunung Merapi. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan selamat.''

Rendi bersama delapan rekannya selamat. Usai mencapai puncak, rombongan kembal turun. Kendati turun hujan, juga tak terjadi bencana longsor. Imbauan yang dipasang petugas Polsek Selo diantaranya adanya ancaman bencana tanah longsor pada musim penghujan. ''Bencana yang dikhawatirkan itu tidak terjadi.''

Demikian juga ancaman asap sulfatara, rombongan mengatakan bahwa asap itu tak ada. Padahal, biasanya, setiap hari terjadi semburan gas hingga lima-tujuh kali. ''Kami tidak menemukan itu, semua tetap aman. Walaupun jalannya licin, dan pendakian dilakukan harus ekstra hati-hati.Sampai juga kita ke puncak,” ucapnya dia bangga.

Diakui, sebelum melakukan pendakian ke Puncak Gunung Merapi, rombongan sempat mendapat pengarahan dari petugas agar tidak sampai puncak. Dengan alasan, kondisi Merapi masih labil dan rawan longsor. “Ya bagaimana, jauh-jauh dari Jakarta masak tidak sampai puncak,” tambah Budiman, anggota pendaki yang lain.

Sementara, petugas Posko Bara Meru, Iksanudin, mengaku tidak bisa memonitor semua pendaki. Meski begitu, pihaknya telah menerjunkan 60 relawan untuk berjaga-jaga di jalur pendakian. “Relawan sudah kita sebar, sehingga kalau nanti ada kejadian kita bisa langsung bertindak,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Polsek Selo, Boyolali, mulai siaga begitu memasuki malam pergantian Tahun Jawa, 1 Suro. Sedikitnya 15 personil disiagakan untuk mengamankan pejalan kaki ataupun warga yang melakukan upacara adat tirakatan di puncak Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Reporter : Edy Setiyoko
Redaktur : Dewi Mardiani
2.285 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...