Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hemat Listrik, Semarang Pasang Lampu Tenaga Surya

Jumat, 07 September 2012, 18:00 WIB
Komentar : 0
Republika/Yogi Ardhi
Lampu tenaga surya

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Kota Semarang memasang lampu solar cell di enam titik pusat kota. Upaya tersebut sebagai penghematan tagihan rekening listrik.

Para pekerja nampak memasang panel lampu tenaga surya di Jalan Imam Barjo, Jumat (7/9). Pemasangan tersebut telah dimulai sejak Rabu (5/9) dan rampung hari ini, Jumat.

Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang, Budi Setyorahmat, mengatakan, lampu tersebut akan mulai digunakan pekan depan. Tiga hari kedepan, panel akan mengisi tenaga.

"Sudah finishing. Perlu tiga sampai empat hari ngecash dengan tenaga surya, baru bisa menghidupkan lampu," ujarnya, Jumat (7/9).

Panel tersebut, menurut Budi, baru diusahakan enam titik. Tiga dipasang di sepanjang Jalan S.Parman dan tiga lain di sepanjang Jalan Imam Barjo. Namun menurut Budi, memungkinkan pula jika akan ditambah. "Baru enam. Kita harapkan kedepan ditambah, tapi tergantung penganggaran," tuturnya.

Pemilihan lokasi pemasangan tersebut, kata Budi, mempertimbangkan kondisi taman. Kondisi terbuka tanpa pepohonan merupakan yang dipilih untuk pemasangan panel. "Yang benar-benar terbuka, gak ada rerimbunan pohon. Supaya sinar matahari sempurna," tuturnya.

Tiap unit panel, kata Budi, dibutuhkan Rp 20 hingga Rp 30 juta. Masing-masing unit bertenaga 1000 volt 10 ampere. "Harganya mahal. MKanya kedepan tergantung penganggaran," kata Budi.

Pemasangan lampu Solar Cell tersebut, menurut Budi, sebagai upaya penghematan listrik. Selain itu juga sebagai upaya Go Green. "Dengan solar cell, tidak membayar rekening listrik. Penghematan kurang lebih Rp 2 jutaan. Tapi yang utama juga untuk mendukung program penghematan energi dan Go Green," pungkasnya.

Reporter : Afriza Hanifa
Redaktur : Hafidz Muftisany
1.230 reads
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda