Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

KAI Pasang Peringatan Dini di 100 Perlintasan tak Terjaga

Tuesday, 07 August 2012, 16:05 WIB
Komentar : 1
Sejumlah pengendara sepeda motor melintasi perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di Palmerah, Jakarta, Rabu (21/3). (Republika/Agung Fatma Putra)
Sejumlah pengendara sepeda motor melintasi perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di Palmerah, Jakarta, Rabu (21/3). (Republika/Agung Fatma Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sebanyak 100 perlintasan resmi kereta api (KA) yang tidak terjaga di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang telah dipasangi sistem peringatan dini (early warning system).

"Sistem peringatan dini itu bekerja ketika ada KA yang akan melintas dengan mengeluarkan bunyi sirene. Kurang lebih 50 meter sebelum KA melintas," kata Kepala PT KAI Daops IV Semarang Arief Wahyudi di Semarang, Selasa (7/8).

Menurut dia, sistem peringatan dini di perlintasan KA itu dipasang pemerintah kabupaten/kota setempat yang berada di wilayah Daops IV Semarang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Meski demikian, dia mengakui bahwa masih banyak perlintasan resmi KA yang tidak terjaga belum terpasangi sistem tersebut. Terutama perlintasan-perlintasan liar perlu mendapatkan perhatian agar tidak menimbulkan korban.

Berdasarkan data PT KAI Daops IV Semarang, perlintasan KA di 17 resor dari Cepu, Blora, hingga Tegal terbagi dalam tiga kategori, yakni perlintasan resmi KA terjaga, perlintasan resmi KA tidak terjaga, dan perlintasan KA liar.

Jumlah perlintasan KA resmi terjaga sebanyak 504 unit, perlintasan resmi KA tidak terjaga sebanyak 397 unit, dan perlintasan liar KA tercatat sebanyak 198 unit. Total ada sebanyak 1.099 unit perlintasan KA.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Tugas Kopassus di Era Presiden Baru
JAKARTA -- Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus telah memiliki pemimpin baru yaitu Mayjen TNI Doni Monardo. Bertepatan dengan penggantian presiden baru, ada beberapa hal...