Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rektor UIN Suka: Jangan Ada Korupsi di Kampus

Senin, 06 Agustus 2012, 21:05 WIB
Komentar : 1
uin.suka.ac.id
 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka)
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka)

REPUBLIKA.CO.ID,  YOGYAKARTA -- Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka), Musa Asy’arie mengingatkan agar pejabat di lingkungan UIN selalu menghindari praktik korupsi. Sehingga, kata dia, UIN Suka bisa bertambah maju.

Pernyataan itu diungkapkan Musa saat melantik H Muharrom sebagai Kepala Biro AAK UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta, Senin (6/8). Pelantikan dihadiri kepala kantor wilayah Kementrian Agama DIY dan jajaran pejabat birokrasi UIN Suka.

Muharrom menggantikan H Fachrur Rozie Hasy yang telah selesai masa jabatannya per 1 Agustus 2012. Ia dilantik berdasarkan SK Menteri Nomor MA.B.II/3/03234. Sebelumnya, Muharrom menjabat sebagai Kepala Subdik Pendidikan Diniyah pada Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Musa Asy’arie berharap semua pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan UIN Suka bisa mengahiri tugas dengan baik dan dalam keadaan sehat. Sehingga PNS bisa menikmati masa pensiun dengan bahagia, bukan berurusan dengan pengadilan.

Selain itu, Rektor juga menyinggung tentang pembangunan kampus II UIN Sunan Kalijaga. Menurut rencana kampus tersebut akan dibangun di wilayah Sleman dan Bantul. Pihaknya akan terus berjuang agar pembangunan kampus II cepat terealisasi.

Dilantiknya Muharrom sebagai Kepala Biro AAK yang baru diharapkan bisa memperkuat struktur kepemimpinan UIN Sunan Kalijaga. Selain itu, juga dapat memperkuat koordinasi dengan Pembantu Rektor (PR) I dan PR IV. Sehingga menajerial bidang AAK dapat diimplikasikan dengan lebih baik.

Reporter : heri purwata
Redaktur : Heri Ruslan
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar