Rabu, 16 Jumadil Akhir 1435 / 16 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Konflik Raja, Dana Hibah Keraton Solo tak Cair

Rabu, 30 Mei 2012, 15:50 WIB
Komentar : 1
Antara
Keraton Surakarta
Keraton Surakarta

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Konflik dua raja di Keraton Kasunanan Surakarta membuat hibah dari Pemerintah Provinsi Jateng tak dapat dicairkan. Pasalnya, hibah tersebut baru dapat diberikan jika ada tanda tangan dari Raja.

Konflik antara Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan membuat hibah untuk keraton tersendat. Padahal, besarnya hibah dari Pemprov Jateng untuk keraton Surakarta mencapai Rp 1,1 miliar. Selama surat pencairan tak ditandatangani raja, maka hibah tak dapat dicairkan.

Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih mengatakan, bahwa berkas pencairan yang diterima pihak pemprov hanya ditanda tangani ketua lembaga adat. Sehingga dana hibah belum dapat dicairkan. "Yang menandatangani Ketua Lembaga Adat Keraton Surakarta, harusnya raja. Jadi sementara ini hibah belum bisa dicairkan," ujarnya kemarin.

Tak hanya hibah dari Pemprov, kata wagub, hibah Pemerintah pusat pun belum dicairkan. Menurutnya, seluruh hibah diluar pemkot Solo, baik dari APBD Jateng ataupun APBD dari pusat, tak akan bisa cair jika raja tidak menandatangani berkas pencairan.

Rustriningsih menuturkan, dana hibah tersebut ditujukan untuk biaya operasional keraton serta untuk revitaisasi keraton. Namun karena tak kunjung dicairkan, pengalokasian dana tersebut dilimpahkan untuk kebutuhan lain. Bahkan pada tahun ini, pemerintah tidak memberikan alokasi dana tersebut.

Konflik dua raja di keraton Surakarta tersebut pun tengah diupayakan rekonsiliasi dengan Pemkot Solo sebagai mediator. Namun hingga kini, upaya tersebut belum terlihat tanda-tanda usainya perselisihan dua raja. Perpecahan dua raja masih menjadi masalah di Keraton Surakarta.

Reporter : Afriza Hanifa
Redaktur : Hafidz Muftisany
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar