Senin , 31 Maret 2014, 18:41 WIB

Ini Dia Penyebab Kandungan Beras Subang Mengandung Klorin

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Maman Sudiaman
Prayogi/Republika
Beras
Beras

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Adanya kandungan klorin dalam beras yang dihasilkan petani di Subang ternyata lantaran penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebih. Menurut Kabid Sumber Daya Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Hendrawan, sesuai anjuran pemerintah, penggunaan pupuk itu hanya 2,5 kuintal per hektarenya.

Kenyataan  di lapangan, katanya,  banyak petani yang menggunakan pupuk lebih dari kententuan. Bahkan, ada yang sampai tujuh kuintal per hektare. Selain itu, penggunaan pestisida juga berlebihan. Terbukti, ratusan merk pestisida di wilayah ini dipakai petani.

Bila di luar Jawa Barat, lanjut Hendrawan, petaninya taat dengan ketentuan yang dianjurkan pemerintah. Selain itu, dalam menggunakan pestisida juga tidak seperti petani Subang. Petani di luar Jabar, hanya menggunakan merk pestisida tertentu saja. Sedangkan di Subang, hampir semua merk pestisida sudah digunakan.

Karena itu, lanjut Hendrawan, perlu ada perubahan mind set petani. Terutama, dalam menggunakan pupuk dan pestisida. Sebab, penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan, akan membahayakan. Tak hanya berdampak pada gabah atau beras. Melainkan, unsur hara dalam tanah juga akan turut menghilang.

"Salah satu upayanya dengan program SRI atau System of Rice Intensification," ujarnya, Senin (31/3).

Saat ini, di masing-masing desa sudah ada 20 hektare demflot SRI. Diharapkan, program ini akan berhasil. Supaya, petani Subang bisa meninggalkan kebiasaan buruk mereka dalam menggunakan pupuk yang berlebihan.