Jumat, 28 Ramadhan 1435 / 25 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pabrik Senjata Api Rakitan Digrebek

Minggu, 25 Agustus 2013, 12:47 WIB
Komentar : 1
ANTARA FOTO
Senjata Rakitan yang disita aparat (ilustrasi)
Senjata Rakitan yang disita aparat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pabrik senjata api rakitan di Cipacing, Sumedang, Jawa Barat, digrebek aparat gabungan Polda Metro Jaya bersama Polda Jawa Barat dan Polres Sumedang, Ahad (25/8) dini hari WIB.

"Kami ambil langkah preventif peredaran senjata api ilegal untuk kejahatan," kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heriawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Ahad.

Herry mengatakan, petugas kepolisian menyita sejumlah senjata api rakitan, beberapa butir peluru dan berbagai alat pembuatan senjata api. Penggerebekan terhadap pabrik pembuatan senjata api rakitan berdasarkan pengembangan penangkapan terhadap pemilik senjata api dan sejumlah amunisi peluru yang ditinggalkan di penginapan Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, bernama Aris Widagdo.

Tersangka Aris ditangkap petugas Polda Metro Jaya di Hotel Citra Papan 2 Jalan Raya Cipacing, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/8) sekitar pukul 20.30 WIB. Kemudian petugas menggeledah rumah Aris ditemukan sejumlah butir peluru aktif di daerah Cicendo, Bandung, Jabar.

Sebelumnya, Aris menginap bersama seorang wanita di penginapan atau Mess Duta Seni Pangrawat Apitan Jateng TMII, Jakarta Timur, Selasa (20/8). Aris menitipkan kardus minyak goreng kepada pegawai anjungan sebelum meninggalkan (check out) dari tempat penginapan tersebut, Kamis (22/8).

Karena tidak kunjung mengambil barang titipan tersebut, seorang pegawai penginapan, Sugeng Purwanta memanggil petugas satuan keamanan padepokan TMII, Dalimin untuk membuka kardus tersebut, Jumat (23/8) sekitar pukul 01.30 WIB.

Saat kardus dibuka, didapati sepucuk senjata api kaliber 9, 479 butir peluru kaliber 7,62, satu tas berisi alat pancing, lima butir peluru karet, lima butir selongsong, 20 butir peluru jenis lain, kerangka pistol dan benda lainnya. Usai menemukan senjata api, kedua saksi melaporkan ke Polsek Cipayung, Jakarta Timur, guna penyelidikan lebih lanjut.

Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar