Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Keluarga Pertanyakan Adegan Rekonstruksi Fransisca Yofie

Kamis, 22 Agustus 2013, 19:06 WIB
Komentar : 1
Republika/Edi Yusuf
Sampaikan Kronologi: Bersama pelaku Ade dan Wawan (memakai tutup muka) dan barang bukti, Kapolrestabes Bandung Kombes Sutarno menyampaikan kronologi pembunuhan brand manajer PT Venera Mukti Finance, Fransisca Yofie kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung,
Sampaikan Kronologi: Bersama pelaku Ade dan Wawan (memakai tutup muka) dan barang bukti, Kapolrestabes Bandung Kombes Sutarno menyampaikan kronologi pembunuhan brand manajer PT Venera Mukti Finance, Fransisca Yofie kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung,

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kuasa hukum keluarga Fransisca Yofie (34 tahun), korban penjambretan hingga tewas mempertanyakan sejumlah adegan yang direka ulang (rekontruksi) oleh kedua tersangka, Kamis (22/8). 

Beberapa adegan rekontruksi tersebut dinilai janggal dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. "Kami mengikuti rekontruksi dari awal sampai akhir. Ada sejumlah adegan yang tidak sesuai dengan fakta dan akan kita pertanyakan ke penyidik," kata kuasa hukum korban, Haerul M Nur, kepada Republika di lokasi rekontruksi.

Setelah menyaksikan langsung rekontruksi, kata Haerul, kuasa hukum akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Hasil evaluasi tersebut, kata dia, akan dirangkum dan disampaikan ke penyidik.

Ia memberi contoh beberapa rekontruksi yang dianggapnya tak sesuai dengan fakta, antara lain rambut Sisca tidak panjang. Sedangkan saat rekontruksi rambut korban yang diperankan oleh seorang Polwan panjang sepunggung.

"Kejanggalan- kejanggalan tersebut akan kita pertanyakan kepada penyidik," kata dia.

Rekontruksi ini pun disaksikan oleh pihak keluarga korban. Kakak korban bernama Elvi terlihat serius menyaksikan setiap adegan.

Ketika ditanya bagaimana perasannya menyaksikan rekonstruksi, perempuan berkulit putih ini hanya tersenyum dan enggan menjawab pertanyaan wartawan. Sedangka dua kakak korban lainnya tidak hadir dalam acara rekontruksi tersebut.

"Polisi memang mengundang perwakilan keluarga untuk menyaksikan rekontruksi," kata Haerul M Nur.

Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Warga Maki-Maki Tersangka Pembunuh Fransisca Yofie

Provinsi Jabar Lebih Universal Ketimbang Provinsi Pasundan