Ahad , 27 January 2013, 06:42 WIB

Dinas Peternakan akan Galakan Vaksinasi Massal

Rep: Ita Winarsih/ Red: M Irwan Ariefyanto
ANTARA
Ilustrasi vaksin flu burung.
Ilustrasi vaksin flu burung.

REPUBLIKA.CO.ID,PURWAKARTA -- Di sejumlah kecamatan Kabupaten Purwakarta, terjadi kasus kematian unggas serta itik secara mendadak. Dinas Peternakan setempat, akan melakukan vaksinasi secara massal. Vaksinasi tersebut, akan dilakukan Februari mendatang.

Kabid Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta, Sri Wuryasturati, mengatakan, Januari ini sudah ada dua laporan kematian unggas dan itik secara mendadak. Pertama, kematian itik di Kampung Cipadali, Desa Babakan Sari, Kecamatan Plered. Selain menyerang itik, kematian mendadak juga terjadi pada ayam milik warga. Kasus serupa, kemudian melanda Desa Tajur Sindang, Kecamatan Sukatani.
"Untuk kejadian matinya itik secara mendadak, kami tak menemukan bukti fisik. Sebab, itiknya sudah dibuang oleh warga," ujar Sri, Ahad (27/1).

Namun, bukti yang ada yaitu bangkai ayam. Makanya, bangkai ini kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Setelah sepekan, hasilnya ternyata negatif. Ayam tersebut, mati akibat serangan tetelo.

Meskipun negatif, pihaknya masih mencurigai adanya virus flu burung. Terutama, pada kejadian kematian itik secara mendadak tersebut. Pasalnya, berdasarkan keterangan warga, gejala yang timbul pada itik yang mati itu menyerupai kasus flu burung.

Untuk itu, wilayah tersebut terus mendapat pengawasan perkembangan unggas yang ada di perkampungan itu. Terutama jenis itik. Selain mengawasi Kampung Cipadali, pihaknya juga membuka posko pengaduan. Ternyata, di Desa Tajur Sindang, warga melaporkan adanya kematian ayam secara mendadak.

Namun begitu dicek, kematian ayam tidak berlangsung secara serentak, sehari hanya dua ekor. Setelah diperiksa ternyata negatif flu burung.