Jumat, 19 April 2013, 14:45 WIB

Puluhan Imigran Afghanistan dan Pakistan Diamankan di Cianjur

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Hazliansyah
Antara/Nwa Kanu
Imigran gelap yang ditangkap petugas (ilustrasi).
Imigran gelap yang ditangkap petugas (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Sekitar 50 orang imigran gelap asal negara Afghanistan dan Pakistan diamankan di selatan Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4) pagi. Kini para imigran masih dalam proses pendataan Kantor Polres Cianjur.

Informasi yang diperoleh, para imigran tersebut diamankan saat akan menuju perairan selatan Cianjur. Diduga, mereka akan menyeberang dengan menggunakan perahu ke Pulau Chirstmas, Australia.

"Mereka diamankan di daerah Cibeber dan Cidaun," ujar Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kemigrasian (Wasdakim), Kantor Imigrasi Sukabumi, Isman Jayadi, kepada Republika, Jumat (19/4).

Wilayah hukum Kantor Imigrasi Sukabumi termasuk Kabupaten Cianjur dan Kota/Kabupaten Sukabumi.

Data sementara menyebutkan, dari 50 imigran tersebut sebagian besar merupakan warga Afghanistan dan sebanyak empat orang Pakistan. Diterangkan Isman, hingga kini Imigrasi masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait penanganan para imigran ini.

Sebelumnya, sebanyak 35 orang imigran gelap asal negara Iran diamankan ketika hendak menuju Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/4) malam. Mereka berencana menyeberang ke Australia melalui perairan Sukabumi.

Kepala Kantor Imigrasi Sukabumi Yayan Indriana menambahkan kawasan selatan Sukabumi dan Cianjur memang termasuk daerah rawan penyelundupan manusia (people smuggling). Pasalnya, wilayah ini dekat dengan Pulau Christmas, Australia yang menjadi daerah tujuan para imigran gelap.