Saturday, 7 Safar 1436 / 29 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Puluhan Imigran Afghanistan dan Pakistan Diamankan di Cianjur

Friday, 19 April 2013, 14:45 WIB
Komentar : 2
Antara/Nwa Kanu
Imigran gelap yang ditangkap petugas (ilustrasi).
Imigran gelap yang ditangkap petugas (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Sekitar 50 orang imigran gelap asal negara Afghanistan dan Pakistan diamankan di selatan Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4) pagi. Kini para imigran masih dalam proses pendataan Kantor Polres Cianjur.

Informasi yang diperoleh, para imigran tersebut diamankan saat akan menuju perairan selatan Cianjur. Diduga, mereka akan menyeberang dengan menggunakan perahu ke Pulau Chirstmas, Australia.

"Mereka diamankan di daerah Cibeber dan Cidaun," ujar Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kemigrasian (Wasdakim), Kantor Imigrasi Sukabumi, Isman Jayadi, kepada Republika, Jumat (19/4).

Wilayah hukum Kantor Imigrasi Sukabumi termasuk Kabupaten Cianjur dan Kota/Kabupaten Sukabumi.

Data sementara menyebutkan, dari 50 imigran tersebut sebagian besar merupakan warga Afghanistan dan sebanyak empat orang Pakistan. Diterangkan Isman, hingga kini Imigrasi masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait penanganan para imigran ini.

Sebelumnya, sebanyak 35 orang imigran gelap asal negara Iran diamankan ketika hendak menuju Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/4) malam. Mereka berencana menyeberang ke Australia melalui perairan Sukabumi.

Kepala Kantor Imigrasi Sukabumi Yayan Indriana menambahkan kawasan selatan Sukabumi dan Cianjur memang termasuk daerah rawan penyelundupan manusia (people smuggling). Pasalnya, wilayah ini dekat dengan Pulau Christmas, Australia yang menjadi daerah tujuan para imigran gelap.


Reporter : Riga Nurul Iman
Redaktur : Hazliansyah
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tangkas Bermain Video Game Dapat Beasiswa?
CHICAGO -- Banyak orang tua kurang senang bila putra-putri mereka terlalu banyak bermain video game. Tetapi kebiasaan ini ternyata tidak sepenuhnya merugikan bagi...