REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar (Disparbud) Jabar gencar menggelar sosialisasi aksara daerah. Menurut Kepala Disparbud Jabar, Nunung Sobari, sosialisasi tersebut dilakukan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan bahasa dan sastra daerah.
"Kami berharap, kegiatan sosialisasi aksara ini bisa meningkatkan pemahaman dan kesadaran baik kepada pemerintah maupun masyarakat Jabar," ujar Nunung, Bandung, Kamis (21/3).
Nunung mengatakan, bahasa dan Akasara daerah sangat penting sebagai bahasa indung yang merupakan identitas dan jati diri suatu bangsa.
Selain itu, sosialisasi ini diharapkan bisa memberikan motivasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk menggunakan bahasa daerah atau bahasa indung dalam setiap aspek kehidupan.
"Kemampuan masyarakat Jabar khususnya generasi muda untuk mengenal dan menggunakan aksara sunda kedalam sebuah tulisan harus terus dikembangkan," katanya.
Pelestarian dan pengembangan bahasa dan sastra daerah ini, menurut Nunung, tercantum dalam Perda Jabar No 5/ 2003. Kegiatan aktualisasi Bahasa dan Sastra Daerah ini pun, merupakan salah satu upaya untuk ikut serta memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional yang telah ditetapkan oleh UNESCO setiap tanggal 21 Februari.
Tema yang diusung oleh Pemprov Jabar pada peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional tahun 2013 ini adalah 'Basa Indung Pikeun Nyungsi Jati Diri, Ngaguar Ajén Budaya' (bahasa ibu sebagai jati diri menjaga budaya).
Sedangkan kegiatan sosialisasi Aksara Sunda, mengangkat tema 'Gebyar Aksara 2013.' Sasaran kegiatan ini, masyarakat umum, generasi muda , dan mahasiswa.
"Sosialisasi, telah kami laksanakan salah satunya di Mall Jatinangor Town Square pada Selasa, 19 Maret 2013," katanya.