REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Sepanjang 2012 lalu, Pemkab Sukabumi mampu menekan laju kelahiran penduduk. Dampaknya, Sukabumi mampu menghemat anggaran pemerintah untuk proses kelahiran mencapai Rp 467 miliar.
"Pada tahun lalu, potensi melahirkan di Sukabumi mencapai 126 ribu kelahiran," ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) Kabupaten Sukabumi, Ade Mulyadi, kepada Republika, Rabu (20/3).
Namun, pemerintah mampu mengendalikan potensi melahirkan tersebut. Dari jumlah tersebut, yang tidak melahirkan sebanyak sebanyak 77.956. Hal ini menyebabkan Sukabumi mampu menghemat anggaran Rp 6 juta untuk setiap proses kelahiran dan biaya lainnya.
Sehingga total efisiensi anggaran untuk proses kelahiran mencapai sekitar Rp 467 miliar.
Ade mengungkapkan, pengendalian laju penduduk dilakukan dengan menggiatkan program KB. Pemkab Sukabumi misalnya telah memaksimalkan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi.
Pelaksanaanya di lapangan dengan melibatkan peran petugas layanan KB (PLKB) dan kader posyandu.