Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Incar Wisman, BPPD Jabar Bidik Empat Negara

Senin, 18 Maret 2013, 22:59 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD) Jabar, fokus promosi ke empat negara untuk menarik wisatawan mancanegara (Wisman) datang ke Jabar.

Menurut Ketua BPPD Jabar, Cecep Rukmana, untuk promosi wisata ke luar negeri tahun ini hanya difokuskan ke Malaysia, Singapura, Cina dan Belanda.

"Kami memilih empat negara tersebut karena beberapa alasan," ujar Cecep kepada wartawan usai Rapat Pariwisata dengan Gubernur Jabar, Senin (18/3). 

Cecep mengatakan, alasan BPPD Jabar fokus ke Malaysia karena telah membuka kantor Perwakilan di sana jadi promosi wisata bisa continue. Selain itu, Jabar pun ikut dalam Malaysian Travel.

Untuk Singapura, BPPD Jabar akan menggarap meeting-nya. Diharapkan, perusahaan di Singapura bisa mengirim karyawannya ke Jabar. 

Sedangkan Cina, kata dia, dibidik karena setiap tahun puluhan juta warga Cina pergi ke luar negeri. Jadi, BPPD bisa menjalin kerja sama dengan pengusaha travel yang ada di sana.

Sedangkan Belanda, dibidik karena sudah 10 tahun yang lalu tidak ada wisatawan yang datang ke Jabar setelah tidak ada penerbangan Garuda kesana. "Untuk menarik wisatawan Belanda, kami akan mengubah produk wisatanya," kata Cecep. 

Kalau dulu, kata dia, wisatawan Belanda yang datang ke Indonesia untuk bernostalgia jadi melihat Gedung Sate, bangunan tua dan perkebunan. Sekarang, mereka ingin lebih kreatif, jadi Ttangkuban Parahu akan dibuat agar bisa agar bisa ditempuh dengan jalan kaki melewati perkebunan teh. 

Reporter : Arie Lukihardianti
Redaktur : Djibril Muhammad
412 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Ridwan Kamil Ingin Ada Zonasi Wilayah di Bandung

Perhutani Unit III, Aloksikan Dana Penanaman Pohon Rp 100 Miliar

Distan Purwakarta Buka 4.000 Hektare Lahan Kering Jadi Sawah