Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Perhutani Unit III, Aloksikan Dana Penanaman Pohon Rp 100 Miliar

Senin, 18 Maret 2013, 22:31 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Perhutani Unit III Jabar dan Banten, tahun ini cukup besar menganggarkan dana untuk penanaman pohon. Menurut Kepala Perhutani Jabar, Dadang Hendaris, Perhutani Jabar sudah menggarkan dana untuk penanaman pohon dan pemeliharaannya sekitar Rp 100 miliar.

"Kami kan menanam dan memelihara pohon dari biaya sendiri bukan dari pemerintah," ujar Dadang kepada wartawan usai Upacara Hari Bakti Rimbawan, Senin (18/3).

Menurut Dadang, pada 2013 ini Perhutani menargetkan bisa menanam pohon di lahan seluas 12 ribu hektare. Jumlah pohon yang akan ditanam, sekitar 18 juta pohon. Lokasinya, tersebar di semua lahan yang ada di Jabar dan Banten. 

Hampir semua pohon yang ditanam Perhutani, bisa tumbuh dengan baik. Karena, dari hasil audit pohon, tingkat tumbuh pohon di perhutani mencapai 95 persen.

Dadang mengatakan, setiap tahun Perhutani rutin melakukan penanaman pohon. Yakni, di hutan produksi sekitar 70 persen dan hutan lindung 30 persen.

Dari hasil penanaman pohon di hutan produksi, Perhutani akan mendapatkan penghasilan. Namun, nilainya tidak sebesar penghasilan dari non kayu. Misalnya, penghasilan dari pariwisata.

"Penghasilan kami dari di hutan produksi tidak terlalu banyak. Yakni, hanya sekitar 160 ribu meter kubik. Kalau hutan rakyat kan produksinya bisa sampai  4 juta meter kubik," katanya.

Dikatakan Dadang, Perhutani memang akan terus menggenjot penghasilan dari non kayu dari pada kayu. Target pendapatan total Perhutani tahun ini, sekitar Rp 765 miliar. Diharapkan, kata dia,sekitar 60 persen penghasilan diperoleh dari bisnis non kayu. Sisanya, 40 persen dari kayu.

Sementara itu, dalam sambutan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang dibacakan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan disebutkan, untuk rehabilitasi hutan dan lahan hingga 2012 di Indonesia telah tercapai sekitar 1.148.289,14 hektare. Kementerian Kehutanan, menargetkan hingga 2014 bisa menanam di 2,5 juta hektare.

"Jadi, pada 2013 kami menargetkan bisa menanam di 748.285 herkare dan di 2014 sekitar 603.426 hektare," kata Zulkifli. 

Oleh karena itu, kata dia, rimbawan memiliki kewajiban moral untulm membangun masa depan bangsa Indonesia dan tanah air agar ekologisnya tidak hancur. Salah satu yang ditawarkan dalam KTT Bumi di Rio 2012 lalu adalah green economy. Intinya, berisi valuasi jasa lingkungan. 

Rimbawan, kata dia, sudah saatnya terus menerus mengembangkan jasa lingkungan hutan seperti jasa tata air, jasa keindahan alam, keanekaragaman hayati, jasa penyimpanan dan penyerapan karbon yang sudah ada pasarnya maupun belum ada.

"Peringatan hari bakti rimbawan yang digelar setiap tahun ini harus jadi momentum penting dan strategis untuk pembinaan rimbawan," katanya.

Reporter : Arie Lukihardianti
Redaktur : Djibril Muhammad
430 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Distan Purwakarta Buka 4.000 Hektare Lahan Kering Jadi Sawah