Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Perbaiki Citarum, Jabar 'Nyontek' Lombok

Senin, 18 Maret 2013, 21:01 WIB
Komentar : 0
Sampah di Sungai Citarum, Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Untuk membenahi Sungai Citarum, Pemprov Jabar akan membuat aturan meniru aturan awig-awig yang ada di Lombok.

Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, aturan yang disepakati pemerintah dan masyarakat ternyata lebih efektif dari pada aturan yang hanya dibuat pemerintah.

Oleh karena itu, untuk memperbaiki Citarum Pemprov Jabar saat ini sedang menyusun aturan bersama dengan masyarakat. 

Perlu diketahui, awig-awig adalah perangkat aturan yang mangatur warga di tingkat desa adat dan banjar adat di Bali. "Ini terobosan baru, bisa meniru awig-awig di Lombok yang merupakan peraturan yang dibuat bersama," ujar Heryawan kepada wartawan usai Upacara Hari Bakti Rimbawan, Senin (18/3).

Menurut Heryawan, aturan tersebut saat ini masih disusun Pemprov Jabar bersama masyarakat. Jadi, aturan tersebut bentuknya bukan aturan gubernur, aturan bupati atau Perda. Namun, aturan main yang setiap pasal-pasalnya disepakati bersama. Yakni, mulai dari kewajiban, hak sampai sanksi kalau melanggar aturan tersebut.

"Nah sanksinya apa, ini yang masih kami bahas kan belum selesai dirumuskan," katanya menegaskan.

Heryawan mengatakan, Pemprov Jabar dan semua stake holders membuat aturan agar ada operasional rule yang dibuat dan disepakati bersama.

Aturan yang sedang digodok tersebut melibatkan semua pihak yang peduli dengan Citarum. Yakni, dari komunitas yang pro Citarum sampai masyarakat yang beraktivitas di Citarum, misalnya petani dan peternak, termasuk, industri.

Menurut Heryawan, untuk memperbaiki Citarum, Pemprov Jabar telah menggerakkan berbagai macam elemen masyarakat. Misalnya, Gerakan Wali Pohon yang digulirkan Wanadri. Selain itu, ada gerakan Citarum Bersih dengan melakukan penghijauan gerakan rehabilitasi lahan kritik versi Pemprov Jabar.

"Kami juga melakukan kerja sama dengan TNI, untuk menanam pohon di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Citarum," kata Heryawan.

Heryawan mengatakan, untuk melaksanakan program penanaman pohon dengan TNI, Pemprov Jabar telah menggarkan dana  senilai Rp 5 miliar. Dana tersebut, digunakan untuk membeli, menanam dan memelihara pohon di sepanjang DAS Citarum.

"Pohon yang kami tanam dengan TNI, relatif sudah stabil karena ukurannya sudah besar," imbuhnya.

Menurut Heryawan, anggaran pemeliharaan untuk pohon di Provinsi Jabar sebenarnya sudah ada. Namun, memang belum cukup memadai. Yang jelas, kata dia, setiap tahun Pemprov Jabar memiliki target penanaman pohon. Namun, Heryawan mengaku kurang hafal angka pastinya berapa.

"Yang jelas, target penanaman pohon di Jabar melebih target nasional," katanya.

Reporter : Arie Lukihardianti
Redaktur : Djibril Muhammad
1.207 reads
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Polsek Pangandaran Tangkap Belasan Imigran Asal Irak

Rieke-Teten Ajukan 1.500 Saksi di Sidang MK