Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kader PKK Diminta Proaktif Berantas 4 Penyakit Berbahaya

Rabu, 13 Maret 2013, 21:54 WIB
Komentar : 0
Blogspot.com
Human trafficking (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Para kader PKK di Jawa Barat (Jabar) memiliki empat tantangan yang paling membahayakan. Mereka diminta berantas persoalan pornografi, trafficking, narkoba, serta HIV/AIDS. Sebab, bila dibiarkan empat pilar tersebut semakin membahayakan masyarakat secara luas.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan, mengatakan perlu ada komitmen yang serius antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat guna memberantas empat penyakit berbahaya itu. "Sebagai mitra pemerintah, PKK harus mampu memberantas empat penyakit berbahaya itu," ujar Netty, Rabu (13/3).

Tentunya, cara pemberantasan yang dilakukan PKK berbeda dengan institusi lain. Caranya adalah dengan pendekatan persuasif di lingkungan ibu-ibu. Permasalahan empat penyakit berbahaya tersebut, sebenarnya berakar dari lingkungan rumah tangga.

Netty menyebutkan, berdasarkan data kementerian informasi, dalam sehari ada 100 situs porno yang diakses anak-anak. "Masalah ini, jelas pukulan bagi kita semua. Terutama, ibu-ibu," tutur Netty. Karena itu, perlu sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat untuk menghapus biang masalah tersebut.

Permasalahan itu perlu solusi yang sifatnya segera. Kader PKK, harus berperan aktif dalam mengatasi permasalahan seperti itu. Sebab, baik pornografi, trafficking, narkoba, dan HIV/AIDS berawal dari lingkungan terbawah, yaitu keluarga. "Karenanya, kader PKK di Purwakarta harus cerdas dalam memilah permasalahan dan mencari solusinya," jelas Netty.

Reporter : Ita Nina Winarsih
Redaktur : Dewi Mardiani
862 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

20 Orang Kepincut Jadi Bupati Garut