Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Aljabar: Kekerasan pada Perempuan Harus Dihentikan

Jumat, 08 Maret 2013, 13:54 WIB
Komentar : 0
vavai
Ibu dan Anak (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Puluhan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Jawa Barat (Aljabar) menggelar aksi damai di Halaman Gedung Sate, Jumat (8/3). Mereka, meminta kekerasan terhadap perempuan dihentikan. Karena, saat ini kaum perempuan masih menjadi korban ketidakadilan yang diakibatkan peraturan dan kebiasaan.

Aksi ini, digelar untuk memperingati hari perempuan internasional 2013 yang jatuh setiap 8 Maret. "Kami menuntut dihentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan," ujar Juru Bicara Aljabar, Dewi Amelia kepada wartawan pada sela-sela aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jumat (8/3).

Menurut Dewi, hak perempuan sudah dituntut sejak 100 tahun lalu dalam Konferensi Perempuan Nasional. Hal pokok dalam konferensi itu adalah perjuangan dan kekuatan terorganisir perempuan demi mendapatkan hak atas upah layak, jam kerja, memilih, dan mengakhiri diskriminasi.

Namun, kata dia, semangat antikekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan itu belum sampai di Indonesia. Kondisi itu, menurut Dewi, semakin parah ketika pejabat pemerintahan ikut berkontribusi pada diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. Contohnya, Mantan Bupati Garut Aceng HM Fikri malah menikahi gadis dibawah umur dalam waktu singkat.

Angka kematian ibu dan bayi di Jabar pun, kata Dewi, saat ini masih tinggi. Berdasarkan data yang ada, sekitar 800 bayi meninggal dunia setiap tahunnya. Ia berharap pemerintah mau memberikan perhatian lebih kepada kaum perempuan. Tindakan tegas perlu diberikan kepada pelaku tindak kekerasan dan diskriminasi terhadap kaum perempuan. N Arie

Reporter : Arie Lukihardianti
Redaktur : Dewi Mardiani
758 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...