Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

KPU Jabar: Kami Tidak Boleh Main Mata

Jumat, 01 Maret 2013, 16:32 WIB
Komentar : 1
Antara/Agus Bebeng
Petugas KPU Jabar memerlihatkan contoh kertas suara Pilgub Jabar 2013 di kantor KPU Jabar, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/1).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat  Yayat Hidayat menegaskan, pihaknya akan tetap netral dalam pelaksanaan Pemilukada Jabar.

Dengan begitu, tuturnya, demokrasi di Jawa Barat akan berjalan dengan bersih. "Kami tidak boleh main mata dengan siapapun dan kepala kami tidak boleh diinjak oleh kandidat manapun," kata Yayat di Bandung, Jumat (1/3).

Terkait keluhan soal pasien rumah sakit yang tidak memilih, Yayat menjelaskan,  memang sesuai aturan tidak ada Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus.

Sehingga baik pasien maupun paramedis harus mencoblos di TPS terdekat rumah sakit. "Jika rumah sakit butuh 100 TPS, maka 100 TPS terdekat dari rumah sakit yang digunakan," ujarnya.

Begitupun dengan buruh, KPU Jabar telah mengirimkan surat kepada KPU kabupaten/kota untuk diteruskan ke seluruh perusahaan yang ada di Jabar. Setiap perusahaan wajib menyesuaikan jadwal masuk kerja saat karyawannya saat hari pencoblosan.

Sementara itu Ketua Panwaslu Jabar Ihat Subihat mengatakan, pengusaha yang tidak menyediakan waktu untuk mencoblos bagi buruh maka dapat dikenakan hukum pidana. Hanya, Ihat mengaku belum mendapatkan temuan dan laporan terkait hal itu. 

Reporter : Ratna Ajeng Tejomukti
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
6.484 reads
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Dasiyo Al-Muqodas Minggu, 3 Maret 2013, 17:24
Etung-etung sebagai pelajaran berharga untuk ente berdua. Lain kali gak usah memanfaatkan ketenaran orang lain. Akhirnya ente gak fokus dan gagal. Bisanya hanya mencari-cari kesalahan orang lain yang gak salah
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

PDIP Akui Punya Bukti Kecurangan Aher

Ormas Ini Akan Jadi Pendemo Pertama Pemilukada Jabar

PDIP Tidak Terima Hasil Pilkada Jabar