Jumat, 27 Safar 1436 / 19 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pengamat: Kemenangan Aher Bukanlah Hal Istimewa

Minggu, 24 Februari 2013, 20:20 WIB
Komentar : 7
 Pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar berdoa bersama di Media Center Aher-Deddy, Bandung, Jawa Barat, Ahad (24/2).  (Republika/Prayogi)
Pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar berdoa bersama di Media Center Aher-Deddy, Bandung, Jawa Barat, Ahad (24/2). (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi mengatakan kemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar pada Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013 bukanlah hal yang istimewa. 

"Sebagai incumbent kerja selama lima tahun, cuma dapat 30 persen sebenarnya tidak istimewa. Tapi, cukup untuk menang satu putaran," kata Burhanudin saat ditemui Republika di Jakarta, Ahad (24/2). 

Menurutnya, contoh kemenangan istimewa adalah ketika Joko Widodo memenangi pemilihan Wali Kota Surakarta putaran kedua dengan jumlah suara 90 persen. 

Burhanudin menilai kemenangan Aher-Demiz dalam Pilgub Jawa Barat 2013 tidak terlepas dari dua hal. Pertama, Aher berhasil melakukan konsolidasi kekuatan dengan memanfaatkan posisinya sebagai gubernur incumbent. Misalnya, kontroversi terkait dana bantuan sosial senilai triliunan rupiah. 

Dana tersebut seharusnya baru turun sekitar April tapi diajukan sehingga bisa cair pada Januari turun. Hal ini memiliki efek terhadap kepuasan publik Jawa Barat kepada Aher. Ujung-ujungnya elektabilitas Aher juga naik. 

Faktor kedua, Aher yang didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga berhasil memutar opini publik yang awalnya mendukung wakilnya, Dede Yusuf. Tingkat kepuasan warga Jawa Barat terhadap Dede mulanya cukup tinggi, bahkan melebihi Aher. 

Namun, makin lama kesenjangan itu makin sedikit. Ini terbukti dari hasil survei terhadap pemilih yang mencoblos bahwa tingkat kepuasan mereka terhadap Aher sebanyak 59 persen. 

Hasil survei terhadap pemilih versi Indikator yang dilakukan hari ini menunjukkan pasangan Ahmad Heryawan (Aher) dan Deddy Mizwar unggul dengan 33,21 persen. Pasangan Rieke Diah Pitaloka dengan Teten Masduki menempati urutan kedua dengan 27,36 persen. 

Di tempat ketiga, Dede Yusuf dan Lex Laksamana mendapatkan 25,36 persen. Urutan keempat, Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin-Tatang Farhanul menggaet suara 12,07 persen. Dikdik M Arief-Cecep Nana Suryana berada paling bawah dengan dua persen. 

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Citra Listya Rini
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Andien Lebih Ngepop di Album Baru
JAKARTA --  Andien meluncurkan album keenamnya, "Let It Be My Way". Di album teranyarnya ini, Andien coba menyuguhkan alunan musik yang berbeda dari...